Kisah Kurban dari Serambi Mekah

Kisah Kurban dari Serambi Mekah

ACTNews, PIDIE JAYA - Fajar Jumat kali ini tidak seperti biasanya. Gema takbir lantang terdengar, menyusul kumandang azan Subuh yang tersiar dari pengeras suara masjid-masjid. Suara embikan kambing dan lenguh sapi turut mengiringi, memberi latar belakang suara yang cukup unik bagi lantunan takbir pagi ini. Terdengar familier, bukan?

Ya, Hari Raya Kurban tengah berlangsung hari ini, Jumat (1/9). Ibadah akbar kedua umat Muslim sedunia tersebut serentak diselenggarakan di berbagai penjuru negeri. Kisah khas Idul Adha di sejumlah daerah pun mulai membanjiri pemberitaan nasional dan dunia.

Bergerak menuju provinsi paling barat di Indonesia, Aceh, semarak Idul Adha yang terekam tak kalah dengan kemeriahan momen Idul Fitri. Satu hari sebelum Hari Raya Kurban, masyarakat Aceh menggelar tradisi meugang. Setiap keluarga sudah terlebih dahulu memasak daging sapi atau kambing untuk disajikan di meja makan. Pasar ramai hingga tengah malam, menemani ceria mereka yang punya uang lebih untuk membeli pakaian baru. Takbir tak kalah menggelegar, bergema di tiap masjid dan meunasah.

Idul Adha tahun ini, tim Global Qurban-ACT kembali bersua dengan warga Serambi Mekah. Bersama para anggota Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh, GQ menebar kebahagiaan kurban mulai dari Pidie Jaya, Banda Aceh, Aceh Utara, hingga Aceh Besar.

Pendistribusian kurban kali ini mencoba untuk menjangkau seluas-luasnya masyarakat Aceh yang mayoritas masih hidup dalam keprihatinan. Duka akibat gempa yang dialami masyarakat Pidie Jaya Desember lalu diharapkan sudah berlalu, digantikan dengan kegembiraan menikmati daging sapi kurban dari saudara-saudara muslim di penjuru dunia.

Ya, untuk rakyat Aceh, kali ini berkah kurban tak hanya datang dari saudara-saudara di Indonesia, tapi juga dari Negeri Kebab nun jauh di sana:Turki.

“Turkiye Diyanet Vakfi (TDV), NGO asal Turki turut berbagi kebahagiaan kurban untuk saudara-saudara kita di Aceh. Ada beberapa sapi kurban yang akan disembelih,” ungkap Aghny Fitriany selaku Koordinator Implementasi Global Qurban di Aceh.        

Pemotongan hewan kurban hari pertama akan dipusatkan di Pidie Jaya. Hari tasyrik pertama, pemotongan akan dilakukan di Banda Aceh untuk kemudian disebarkan di desa-desa sekitarnya. Sementara itu, di hari tasyrik kedua dan ketiga, proses pemotongan hewan kurban akan dilaksanakan di Aceh Besar dan di Pulau Simeulue.

Hari ini, insya Allah prosesi pemotongan hewan kurban di Aceh dilaksanakan setelah ibadah salat Jumat. Tak sabar rasanya untuk melihat mereka larut dalam kebahagiaan qurban setelah Allah uji dengan begitu banyak bencana. []

Tag

Belum ada tag sama sekali