Kisah Marbut Masjid di Bekasi Lakoni Dua Pekerjaan Demi Keluarga

Kamin Baron (43) telah bekerja selama 4 tahun belakangan sebagai marbut masjid. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Bang Baron sapaannya, juga bekerja sebagai petugas kebersihan di lingkungan rumahnya.

Selain mejadi marbut, Kamin Baron (43) juga berprofesi sebagai petugas kebersihan. Ia lakukan demi bisa menyambung nafkah setiap hari untuk keluarga. (ACTNews)

ACTNews, KOTA BEKASI – Kamin Baron (43), bapak tiga anak ini merupakan seorang marbot di sebuah masjid di Bekasi. Tepatnya di Masjid Almubarok, Perumnas 1, Kayuringin, Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Sudah hampir empat tahun ia mengabdikan diri sebagai petugas bersih-bersih dan muazin di masjid tersebut. Selain sebagai marbut, pria yang memiliki sapaan akrab Bang Baron ini juga bekerja sebagai petugas kebersihan di lingkungan RW kompleks tersebut.

Dua pekerjaan sekaligus tersebut ia tekuni demi bisa menafkahi keluarga sehari-hari. Baron mulai bekerja sebagai petugas kebersihan di lingkungan RW dengan berkeliling mengangkut sampah rumah tangga sejak bakda salat subuh hingga matahari mulai merangkak naik, sekira pukul 9 pagi.

Aktivitas tersebut ia jalani setiap hari. Ketika sudah mendekati waktu salat ia pun bergegas untuk mulai membersihkan masjid kemudian azan untuk menyeru masyarakat di luar agar segera melaksanakan salat.

“Saya angkut sampah dari warung-warung makan dan rumah. Setelahnya, sesudah sampai di rumah, itu aktivitas di masjid untuk bersih-bersih, ngepel, lap kaca, bersihkan kamar mandi, dan azan,” ungkap Baron kepada ACT pada Kamis (4/3/2021) kemarin.


Kamin Baron (43) salah satu marbot masjid di Bekasi yang menerima bantuan pangan dalam Gerakan Sedekah Pangan Nasional yang diinisiasi oleh ACT. (ACTNews)

Baron mengungkapkan, pekerjaan sebagai petugas kebersihan sudah ia jalani selama 21 tahun. Berbagai macam besaran penghasilan pun pernah ia rasakan, mulai dari Rp 170 ribu hingga baru-baru ini mengalami kenaikan menjadi Rp 1,2 juta.

Ia pun mengungkapkan, penghasilan tersebut mesti pintar-pintar ia atur untuk bisa cukup menafkahi sang istri dan ketiga anaknya. “Alhamdulillah dicukup-cukupin, yang penting bisa ketemu nasi atau makan saya udah bersyukur. Paling mentok-mentoknya kalau sudah habis saya utang beras ke warung,” ungkap Baron.

Ia pun berharap, pandemi yang melanda negeri, di mana sangat berdampak terhadap aktivitasnya dapat segera berakhir. “Iya pandemi juga sangat berdampak ke masjid, lama tidak ada aktivitas di masjid, bahkan saya pun saat jadi petugas kebersihan kesulitan juga. Tapi yang saya harapkan sekali itu pandemi bisa berakhir dan saya bisa mewujudkan cita-cita untuk bisa umroh, karena waktu itu sempat mau berangkat ada yang berangkatkan tapi tidak jadi karena pandemi,” tutur Baron sambil berkaca-kaca.


Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) pun meluaskan manfaat Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN) dengan mendistribusikan ke kalangan marbut, termasuk Baron yang menjadi salah satu penerima manfaatnya. Diharapkan, bantuan pangan yang dikirimkan dapat menguatkan perjuangan mereka dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai marbut masjid.

“Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan untuk marbot masjid, kami distribusikan salah satunya ke Bang Baron. Semoga ini membantu dan menguatkan morilnya. Kami juga tidak lupa mengajak sahabat dermawan untuk mendukung gerakan ini dengan sedekah terbaik melalui Indonesia Dermawan,” kata Tim Program ACT Bekasi Ihsan Hafizhan. []