Kisah Penjual Ayam Potong Mengasuh Ratusan Anak Yatim

“Nikmat menolong anak yatim itu bikin tentram lahir dan batin Mas. Karena kalau bukan kita siapa lagi, Insyaallah ini jadi tabungan kita di akhirat kelak,” ungkap Sudirman, seorang penjual ayam potong dan pemilik Yayasan Satu Atap, yang kini menaungi 300 anak yatim dan duafa.

Kisah Penjual Ayam Potong Mengasuh Ratusan Anak Yatim
Sudirman (46), seorang penjual ayam potong dan pemilik Yayasan Satu Atap, yang menaungi sebanyak 300 anak yatim dan duafa. (ACTNews/Ichsan Ali)

ACTNews, KOTA TANGERANG – Azan subuh baru berkumandang dan suara ayam berkokok saling bersaut menyelimuti rumah Sudirman (46), seorang penjual ayam potong di Kelurahan Batusari, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Banten. Dirman sapaan akrabnya, sudah sibuk memilih dan memotong ayam yang hendak dijual ke pelanggan setianya.

Namun, tampak berbeda saat ACTNews mengikuti kegiatan Dirman pada pagi buta itu. Rupanya, di samping bekerja sebagai penjual ayam potong, Dirman adalah pemilik Yayasan Satu Atap, yakni sebuah yayasan yang menaungi anak yatim dan duafa yang telah didirikan sebelas tahun lalu.

“Sebelum 2010, saya jadi pedagang sayur keliling Mas. Saat berjualan, saya sering mendengar curhat ibu-ibu janda yang enggak mampu menafkahi anaknya dan membayar uang sekolah. Qadarullah, Allah mengetuk hati saya membantu anak-anak yatim ini. Akhirnya saya mendirikan Satu Atap,” ungkapnya kepada ACTNews, Rabu (10/11/2021).

Bagi Dirman, Satu Atap diibaratkan sebagai tempat berlindung bagi anak yatim dan duafa yang kesulitan membiayai kebutuhan sekolah dan pangan keluarga. Ia yang yang hanya lulusan SMP mengaku resah dan khawatir tentang nasib anak yatim dan duafa yang selalu minim perhatian.