Kisah Perawat Covid-19: Kami Kuat karena Dukungan Masyarakat

"Paling susah itu saat pakai APD ya. Di ruang ICU (jumlah orang) harus dibatasi seminimal mungkin sehingga semua bertambah porsi tugas, tentu panas dan berkeringat," ujar Evi, perawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga.

Perawat di RSUA mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat. (ACTNews/Heri Setiawan)

ACTNews, SURABAYA – Bantuan paket alat pelindung diri untuk tenaga kesehatan telah ditunaikan. Sejumlah cerita haru dari pada petugas kesehatan mengiringi aksi tim Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur, Rabu (8/4) itu. Perjuangan tenaga kesehatan dalam merawat pasien Covid-19 patut mendapatkan apresiasi yang luar biasa. Mereka menghadapi risiko yang tinggi: risiko tertular dan padatnya lalu lintas pelayanan di rumah sakit.

Evi, salah satu perawat di Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA), yang menangani pasien positif Covid-19 di Intensive Care Unit (ICU), berbagi kisahnya selama merawat pasien Covid-19.

"Paling susah itu saat pakai APD ya. Di ruang ICU (jumlah orang) harus dibatasi seminimal mungkin sehingga semua bertambah porsi tugas, tentu panas dan berkeringat," ujar Evi saat ditemui Tim ACT Jawa Timur Rabu (8/4) lalu. Ia mengaku harus berdiri minimal dua jam di ruang ICU untuk memenuhi semua kebutuhan pasien, mulai makan, minum, mandi, dan buang air.

Sebelumnya Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur telah mendistribusikan paket pangan dan APD tahap pertama ke RSUA pada Senin (23/3). Pada tahap kedua, 10 paket APD yang diamanahkan  oleh BMPD dan Bank Indonesia didistribusikan pada Kamis (8/4) lalu. 

"Terima kasih kepada semua yang membantu kami tenaga kesehatan, kami kuat karena dukungan semua masyarakat," tambah Evi.

Aksi Cepat Tanggap Jawa Timur mengajak seluruh masyarakat untuk membersamai perjuangan tenaga kesehatan. Sebanyak 97 pasien positif Covid-19 tercatat di Surabaya per Ahad (12/4). Peran serta masyarakat dapat dilakukan melalui tautan surabaya.indonesiadermawan.id atau bantuan dapat juga disalurkan melalui Posko ACT Jatim Bersama Lawan Corona yang berada di kantor ACT Jatim, Jl. Gayungsari Barat X No. 41, Gayungan, Surabaya.[]