Kisah Perjuangan Sahrudin, Petani Muda dari Karawang

Untuk memenuhi kebutuhan keluarga, Sahrudin (27) memilih bertani sebagai jalannya. Namun terkadang untuk menanam, ia mesti berutang kepada orang lain ataupun berutang alat-alat pertanian karena keterbatasan biaya.

bantuan modal petani
Selain menggarap sawah seluas 0,8 hektare, Sahrudin juga mencari pekerjaan sampingan di sawah orang lain, maupun serabutan. (ACTNews)

ACTNews, KARAWANG – Umur Sahrudin masih terhitung muda, 27 tahun. Tetapi ia tidak segan menjejak sawah setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup. Orang tua yang bekerja sebagai petani, mengarahkan pikiran Sahrudin untuk mengikuti jejak mereka.

Sahrudin menggarap sawah milik orang lain seluas 0,8 hektare. Setiap musim panen, hasil dari lahan tersebut ia bagi dua dengan pemilik tanah. Permodalan pun disediakan sang pemilik lahan, tetapi di waktu-waktu tertentu saat pemilik lahan pun tak punya modal, Sahrudin meminjam kepada orang lain.

“Kalau tidak, saya ambil alat-alat tani seperti pupuk dan obat-obatan dengan berutang dahulu. Nanti bayarnya kalau sudah panen. Cuma, jelas kalau bayar belakangan, harganya beda. Agak lebih mahal daripada kita bayar di waktu tanam,” tutur Sahrudin ditemui di tempat tinggalnya di Dusun Clongo, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, pada pertengahan Februari lalu.

Kesulitan ini kerap ia temui dan sedikit memangkas pemasukan Sahrudin di masa panen. Beruntung ia memiliki fisik yang masih prima. Karenanya Sahrudin terkadang, membantu sawah orang lain ketika mempunyai keluangan waktu untuk tambahan penghasilan. 

Tanggungan Sahrudin kini ialah istri dan seorang anak. Selain itu ia juga turut memenuhi kebutuhan orang tua yang juga tinggal di rumah yang sama, lantaran Sahrudin belum memiliki rumah sendiri. Karena itu, ia bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“Selain kebutuhan, saya juga ingin anak saya dapat terus sekolah. Saya ingin dia punya pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik daripada orang tuanya,” ujar Sahrudin.

Untuk membantu perjuangan Sahrudin, Global Wakaf-ACT memberikan bantuan melalui program Wakaf Sawah Produktif. Bantuan modal dan pendampingan ini, diharapkan dapat menghindarkan Sahrudin dari utang di masa tanam, sehingga saat masa panen keuntungan Sahrudin pun lebih maksimal.[]