KKIPP Kecam Kekerasan Tindakan Israel dalam Flag March

Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP) mengambil sikap merespons kekerasan zionis Israel dalam Flag March pada Selasa (15/6/2021) lalu. Di antaranya KKIPP menentang tindakan semena-mena yang dilakukan angkatan bersenjata zionis Israel kepada warga Palestina.

kkipp flag march
Kecaman ini menyusul puluhan warga Palestina yang menjadi korban pemukulan dalam aksi Flag March. (ACTNews/Muhammad Ubaidillah)

ACTNews, JAKARTA – Dalih pengamanan yang dilakukan angkatan bersenjata zionis Israel pada aksi Flag March di Gerbang Damaskus, Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, Selasa (15/6/2021) lalu ini, menyebabkan barikade-barikade terpasang ketat sehingga mengintimidasi warga Palestina.

Puluhan warga Palestina menjadi korban pemukulan yang dilakukan angkatan bersenjata zionis Israel dalam aksi ini. Di momen yang sama, beberapa kelompok perempuan yang mengibarkan bendera Palestina ditarik mundur dengan paksa dari Masjid Al-Aqsa.

Kekerasan yang dilakukan dalam momen Flag March ini pun memantik respons dari berbagai pihak. Termasuk kecaman dari Komite Kemanusiaan Internasional Pembebasan Palestina (KKIPP).  “KKIPP menegaskan pernyataan sikap atas kondisi pengepungan dan penyerangan warga Palestina pada momen Flag March kemarin,” kata Ketua KKIPP Aulia Ikhsan Fahdiat pada Kamis (17/6/2021) ini.


Adapun pernyataan sikap yang dikemukakan KKIPP ialah sebagai berikut:

1.   Mengutuk keras tindakan semena-mena yang dilakukan aparat Israel atas Palestina.

2. Menyerukan agar aparat Israel segera menarik mundur pasukannya dari Masjid Al-Aqsa, membebaskan tawanan warga Palestina yang ditahan, serta menghentikan serangan udara ke Gaza.

3. Mengajak seluruh masyarakat dunia untuk terus membersamai perjuangan Rakyat Palestina dalam mencapai kemerdekaannya.

Ikhsan pun mengatakan KKIPP akan terus melanjutkan perjuangan dalam membebaskan Palestina. “Sebagai bagian elemen bangsa yang menolak keras segala bentuk penjajahan, KKIPP terus melantangkan pesan kemerdekaan Palestina dan mengutuk keras segala bentuk pendudukan dan penyerangan yang terjadi di Masjid Al-Aqsa,” ungkap Ikhsan.

Saat ini sudah ada berbagai lembaga dan komunitas di 80 wilayah di Indonesia yang menyatakan dukungan untuk kemerdekaan Palestina dari penjajahan zionis Israel. Jumlah ini pun masih bisa terus bertambah karena banyak gerakan masyarakat yang mendukung kemerdekaan Palestina. Kekejaman zionis Israel ini, membuat permasalahan pangan, pendidikan, kesehatan, hingga tempat tinggal masih mencekik warga Palestina setiap hari.[]