Klinik Indonesia Terus Layani Pasien di Gaza

Sejak pertama kali beroperasi awal Desember lalu, Klinik Indonesia untuk Palestina aktif melayani para pasien yang berdatangan setiap hari. Sebagian besar pasien adalah mereka yang memeriksakan kesehatan dan luka karena serangan Israel.

Klinik Indonesia Terus Layani Pasien di Gaza' photo
Salah seorang pasien luka kaki usai memeriksakan kesehatan di Klinik Indonesia untuk Palestina, Ahad (22/12) lalu. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Tiga pekan diaktivasi, hampir seribu orang telah berobat ke Klinik Indonesia untuk Palestina. Layanan kesehatan yang berada di Gaza Utara itu menjadi tujuan utama masyarakat Gaza untuk memeriksakan kesehatan.

Pekan kedua, tanggal 13 Desember – 22 Desember 2019, 452 pasien berobat ke Klinik Indonesia untuk Gaza. Pasien yang berobat pekan ini lebih banyak dibandingkan periode pekan lalu, pada 7 - 12 Desember 2019, yaitu 344 orang.

Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR) – Aksi Cepat Tanggap menerangkan, para pasien yang berobat umumnya menderita gejala gastroenteritis, hipertensi, diare, pneumonia, dan gejala sakit pernapasan. “Mereka juga memeriksakan luka yang selama ini mereka alami seperti luka bakar, cidera, dan bekas amputasi,” kata Faradiba.

Sebagian besar pasien berobat pekan lalu berusia 45-50 tahun dengan jumlah pasien laki-laki empat kali lipat lebih banyak dibanding perempuan. Berbeda dengan pekan lalu, pasien usia 18-25 tahun yang berobat lebih banyak. “Lebih dari separuh dari total pasien memeriksakan kesehatan terkait luka serangan yang mereka miliki,” kata Faradiba. Menurut data tim medis Klinik Indonesia di Gaza, 66% layanan kesehatan diberikan untuk korban luka serangan, sedangkan 34% layanan bagi penyakit lainnya.

Klinik Indonesia untuk Palestina juga menyediakan layanan dokter ortopedi dan vaskular. Mereka telah menerima kerja sama seluruh gubernuran di Gaza, terutama untuk melayani korban luka serangan Israel. Adanya dokter spesialis tersebut menumbuhkan syukur warga Gaza Utara yang membutuhkan perawatan intensif.

Saat ini ada tujuh orang yang bertugas di Klinik Indonesia, terdiri dari tiga petugas kesehatan, seorang apoteker, dan tiga petugas administrasi. “Ada satu manajer klinik, seorang ortopedis, seorang dokter vaskular, seorang perawat, seorang farmakolog, seorang resepsionis, dan pramubakti,” tutup Faradiba.[]


Bagikan