Kolaborasi ACT dan Dinkes NTB Tangani Covid-19

ACT, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) NTB, dan Tim Reaksi Cepat dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB membentuk tim penanganan Covid-19. Ketiganya tergabung dalam Satuan Tugas (SATGAS) Covid-19, yang langsung melakukan penyemprotan di tiga Gili, Rabu (18/3).

Petugas disinfektan ACT menyemprot cairan disinfektan di area Islamic Center Mataram. (

ACTNews, MATARAM - Penyebaran Covid-19 kian meluas di Indonesia hingga ratusan kasus. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meliburkan sekolah dan perguruan tinggi di NTB untuk mengantisipasi adanya korban berjatuhan. tidak hanya itu, Pemprov NTB juga mengimbau masyarakat menghindari kegiatan di tempat keramaian.

Turut berikhtiar mencegah penyebaran pandemi tersebut, ACT, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) NTB, dan Tim Reaksi Cepat dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB membentuk tim penanganan Covid-19. Ketiganya tergabung dalam Satuan Tugas (SATGAS) Covid-19, yang langsung melakukan penyemprotan di Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno di Kabupaten Lombok Utara, Rabu (18/3).

“Penyemprotan disinfektan merupakan upaya mencegah penyebaran wabah penyakit Covid-19 di tiga Gili yang selama ini banyak dikunjungi wisatawan asing,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Zulkieflimansyah.

Lalu Muhammad Alfian selaku Kepala Cabang ACT NTB mengatakan koordinasi lintas lembaga dan pemangku kepentingan telah dilaksanakan untuk aksi bersama cegah corona di kawasan Gili indah. Aksi pencegahan Covid-19 selanjutnya dilaksanakan di Islamic Center Mataram pada Kamis (19/3). 

“ACT sendiri di pusat telah membuat Corona Crisis Center. Untuk penanganan Covid-19 di wilayah NTB, kami fokus pada promosi atau edukasi kesehatan (promkes) dan penyemprotan disinfektan di fasilitas publik,” terang Alfian. 

Tim promkes akan memberikan penyuluhan terkait pencegahan dan penanganan Covid-19 yang benar kepada masyarakat melalui daring maupun luring. Sementara tim tim disinfektanisasi ditugaskan untuk tindak pencegahan di sektor publik. Penyemprotan disinfektan difokuskan di area-area publik sesuai penugasan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi

“Kami akan terus membersamai masyarakat sampai kondisi benar-benar membaik. Kami imbau untuk tidak abai, namun juga jangan sampai berlebihan dalam menyikapi. 

Tetap waspada dan tetap menjaga kesehatan tubuh serta jangan lupa untuk terus mendukung semua kegiatan kami dalam penanggulangan krisis corona ini dengan doa dan kedermawanan,” pungkas Alfian.[]