Kolaborasi AFPI dan ACT Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Beberapa perusahaan teknologi finansial (tekfin) yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyalurkan bantuan untuk membantu pemulihan korban banjir Jabodetabek dan Banten melalui ACT pada Kamis (30/1) lalu. Bantuan ini rencananya akan diimplementasikan dalam bentuk dapur umum untuk para pengungsi.

Kolaborasi AFPI dan ACT Bantu Korban Banjir Jabodetabek' photo
Penyerahan bantuan dari AFPI kepada ACT untuk korban banjir Jabodetabek dan Banten. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

ACTNews, JAKARTA – Aksi Cepat Tanggap (ACT) menyambut Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di kantor ACT di Menara 165, Jakarta Selatan. Dalam pertemuan pada Kamis (30/1) lalu itu, AFPI menyalurkan bantuan untuk korban banjir Jabodetabek dan Banten sebesar Rp32,5 juta. Donasi tersebut disalurkan untuk kebutuhan dapur umum para pengungsi.

Beberapa perwakilan perusahaan teknologi finansial (tekfin) hadir dalam pertemuan tersebut, seperti Igrow, Kredivo, Pinjamduit, Estakapital, dan Easycash. Tiar Panahatan Sidabutar, salah satu anggota sekretariat AFPI, mengatakan kerja sama dengan ACT adalah bukti inisiatif AFPI untuk andil dalam dunia kemanusiaan, khususnya bencana.

“Sebenarnya kalau untuk memulai kolaborasi kemanusiaan itu sudah cukup lama. Cuma karena kami sendiri secara organisasi baru berdiri tahun 2019, makanya mungkin kemarin itu (banjir) semacam momen yang men-trigger kita untuk andil juga dalam mitigasi bencana. Dan karena kami juga belum punya sumber daya yang bisa memetakan distribusinya secara tepat. Makanya kami ber-partner dengan ACT,” jelas Tiar.

Setelah mencari lembaga yang dapat dipercaya untuk menyalurkan bantuan agar tepat sasaran, akhirnya AFPI memilih ACT. Menurut Tiar, hal tersebut dapat terlihat dari aksi-aksi yang dilakukan ACT selama ini untuk kemanusiaan.


Anggota AFPI mendapatkan pemaparan mengenai kondisi terkini mengenai banjir Jabodetabek dan Banten. (ACTNews/Muhajir Arif Rahmani)

“(Alasan memilih ACT) karena dari portofolionya. Kami searching-searching dan portofolionya bagus, dan sudah approved. Terbukti bahwa sudah banyak yang dilakukan oleh ACT. Harapannya bantuan ini harus bisa didistribusikan dengan baik. Lalu kita jadi bisa berpartner dan bisa tahu lebih cepat tentang isu-isu kemanusiaan yang ada. Yang ketiga, biar itu menjadi sarana kebaikan kita semua,” imbuh Tiar.

AFPI berharap kolaborasi kemanusiaan tersebut dapat menggerakkan pihak-pihak lain untuk ikut berkecimpung dalam kemanusiaan, terutama bagi para pelaku industri inklusi keuangan. Harapan serupa diungkapkan oleh Muhammad Basair selaku Head of Partnership ACT dalam pertemuan itu.

“ACT tidak hanya menyampaikan amanah bantuan dari mitra-mitra dermawan kami, namun juga mengedukasi semua masyarakat untuk berbuat baik. Jadi kalaupun misalnya ketika kita semua mampu menjadi inspirasi kebaikan, itu kan pahalanya juga sama dengan berbuat,” kata Basair.

Basair juga berharap bantuan ini dapat menjadi awal untuk kerja sama yang lebih jauh lagi antara ACT dan anggota AFPI. Misalnya saja, menyisihkan sebagian keuntungan untuk kemanusiaan seperti yang dilakukan beberapa mitra ACT lainnya.

Kerja sama ACT dengan perusahaan tekfin ini bukanlah yang pertama kali. Beberapa anggota AFPI juga sebelumnya sudah pernah menyalurkan bantuan kepada ACT atas nama badan usaha mereka sendiri. Misalnya Easycash pernah menyalurkan bantuan Rp200 juta pada November 2018 lalu untuk membantu pemulihan pascagempa di Sulawesi Tengah yang diimplementasikan dalam bentuk pembangunan hunian nyaman terpadu.[]


Bagikan