Kolaborasi Kedermawanan A-PAD dan ACT untuk Penyintas Bencana Palu

Diawali dengan membangun tempat tinggal, membantu para penyintas bangkit dari trauma bencana dilakukan Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD) dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) melalui kolaborai kedermawanan.

Kolaborasi Kedermawanan A-PAD dan ACT untuk Penyintas Bencana Palu' photo
Hunian Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Sigi. Sebanyak 71 unit hunian di ICS Mpanau merupakan kerja sama dengan Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD) Korea. (ACTNews)

ACTNews, SIGI – Sebanyak 71 keluarga penyintas bencana Palu di Dusun IV, Desa Mpanau, Kecamatan Biromaru, Sigi, Sulawesi Tengah kini memulai hari yang lebih baik. Mereka telah memiliki tempat tinggal di kompleks Hunian Nyaman Terpadu (Integrated Community Shelter/ICS) yang dibangun Aksi Cepat Tanggap (ACT) bekerja sama dengan Asia Pacific Alliance for Disaster Management (A-PAD). Pembangunan kompleks yang mulai dibangun pada 25 Januari lalu itu dikawal langsung oleh A-PAD Korea. ICS yang merupakan buah kedermawanan dari Korea International Cooperation Agency (KOICA) dan Community Chest of Korea (CCK) itu pun diresmikan Selasa (24/9) lalu.

Amir Firdaus dari tim Global Philanthropy Network (GPN) – ACT mengatakan, kolaborasi ACT dan APAD dalam pembangunan hunian terjalin karena kesamaan visi. A-PAD merupakan organisasi internasional yang juga berfokus pada manajemen kebencanaan. “A-PAD merupakan organisasi global yang berfokus pada penanganan bencana, baik saat tanggap darurat maupun pemulihan,” kata Amir, Senin (30/9).

Tujuan itu segera diimplementasikan menjadi pembangunan sebuah kompleks Hunian Nyaman Terpadu. Menurut Amir, wilayah Biromaru dipilih karena masih banyak penyintas setempat yang belum memiliki tempat tinggal layak. “Banyak dari masyarakat yang keadaan ekonominya terbatas. Harta satu-satunya, rumah, ketika gempa terjadi habis sudah. Di situlah kami mendengarkan masukan dari masyarakat bahwa masih banyak yang perlu diakomodasi kebutuhan tempat tinggalnya,” jelas Amir. Penentuan lokasi pun tidak lepas dari koordinasi pemerintah Sigi dan ACT Cabang Sulawesi Tengah (Sulteng).

Selain bantuan tempat tinggal, Amir mengatakan, A-PAD juga memberikan sejumlah bantuan di tahap tanggap darurat seperti keperluan sanitasi dan logistik kepada para penyintas bencana. Amir mengatakan, ACT dan A-PAD terus diikhtiarkan untuk memberikan bantuan terbaik bagi korban bencana di Palu.


Chairman APAD International Faisal Djalal (topi oranye), Bendahara APAD Indonesia Sinta Kaniawati, Kepala Desa Mpanau Muhammad Rifgal, Camat Biromaru Ruslan, Executive APAD Indonesia Iman Firmansyah, Global Philantropy Network Aksi Cepat Tanggap Amir Firdaus bersama warga ICS Mpanau berfoto bersama usai peresmian ICS Mpanau, Selasa (24/9). (ACTNews)

Field Officer A-PAD Korea Heechul Park mengatakan, bantuan untuk penyintas bencana di Desa Mpanau, Sigi tidak hanya sebatas tempat tinggal, tetapi juga menunjang sejumlah fasilitas pendukung. “Kami berpikir untuk menambahkan kipas di setiap unit. Kami juga akan menanam pohon dan membuat taman di kompleks hunian,” terang Heechul kepada ACTNews, Senin (27/9). Ia juga mengatakan, A-PAD mencanangkan program pemberdayaan masyarakat untuk penyintas bencana di Sigi.

A-PAD pun telah beberapa kali berkolaborasi dengan ACT dalam penanganan bencana alam di Indonesia, seperti gempa Lombok dan tsunami Selat Sunda. A-PAD juga melakukan edukasi terkait mitigasi bencana di sejumlah sekolah di seluruh Indonesia. []

Bagikan

Terpopuler