Kolaborasi Rabbani dan ACT Hangatkan Musim Dingin di Palestina

Warga Palestina tengah disambut musim dingin, bersamaan dengan masa pandemi dan krisis kemanusiaan yang belum berakhir. Kondisi ini menggerakkan kepedulian berbagai elemen masyarakat Indonesia, salah satunya perusahaan garmen Rabbani.

Kolaborasi Rabbani dan ACT Hangatkan Musim Dingin di Palestina' photo
Rabbani dan ACT perkuat kolaborasi untuk membantu masyarakat Palestina selama musim dingin, pada acara “Para Pahlawan di Balik Para Pahlawan”, Jumat (20/11). (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA - Krisis di Palestina saat ini tak kunjung membaik. Blokade Gaza oleh Israel membuat kebutuhan masyarakat menjadi terbatas, bahkan hingga saat musim dingin telah tiba. Masyarakat Palestina harus merasakan hidup di tengah musim dingin dari 0 derajat hingga -7 derajat Celsius setiap harinya. Dengan kondisi yang memprihatinkan ini, jutaan warga Palestina terpaksa menjalani musim dingin di balik tenda pengungsian maupun bangunan semi permanen, tanpa penghangat tubuh dan ketersediaan sumber pangan yang memadai.

Dengan kondisi yang ada, musim dingin kerap menjadi ancaman paling mematikan bagi penduduk Palestina yang dirundung konflik. Bahkan pada tahun lalu, di Jalur Gaza, suhunya mendekati nol pada malam hari. Lamanya blokade telah menjadikan perekonomian Palestina runtuh. Musim dingin pun membuat masyarakat Gaza semakin sulit, terlebih pandemi Covid-19 di Palestina masih terlapor aktif.

Kondisi ini melatarbelakangi keseriusan Rabbani sebagai perusahaan garmen yang bergerak dalam bidang retail busana muslim Indonesia untuk berkolaborasi dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam acara "Para Pahlawan di Balik Para Pahlawan". Ridwanulkarim selaku Vice of Marketing Director Rabbani menyampaikan bahwa Rabbani tidak hanya sekedar terlibat, namun akan berkontribusi langsung terhadap perjuangan Palestina. 

“Terlibat langsung dalam perjuangan Palestina adalah kewajiban kita semua sebagai muslim. Palestina adalah tanah yang diberkahi dan merupakan kiblat pertama umat Islam. Kita sebagai muslim berkewajiban untuk selalu menjaganya. Khusus untuk musim dingin ini yang memang musim yang paling berat bagi saudara kita di sana. Di samping suhu yang sangat ekstrim dan suasana pergolakan dan terisolasi merupakan tantangan bagi para saudara-saudara di sana, dengan pasokan bahan makanan dan infrastruktur yang terbatas, maka dengan itu Rabbani akan berkomitmen untuk berkontribusi untuk sedikit meringankan beban mereka,” terang Ridwan.

Ke depannya, Rabbani akan selalu berikhtiar penuh meningkatkan penjualan, khususnya yang bertema Palestina pada produk Rabbani. “Sepuluh persennya disisihkan untuk perjuangan Palestina. Insyaallah dari hasil penjualan langsung bukan dari keuntungan. Kami berharap dan tentunya berdoa dengan campaign bersama ini, bukan hanya semata simbolis saja, tetapi diteruskan oleh aksi nyata oleh semua muslim di indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya,” tambah Ridwan di tengah acara “Para Pahlawan di Balik Para Pahlawan”, Jumat (20/11) di Menara 165.

Sejauh ini, jumlah penduduk yang miskin sebesar 1.167.960 dan yang mengalami kemiskinan ekstrem di Palestina berjumlah lebih dari 700 ribu orang. Dilaporkan dari Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB atau OCHA, terdapat lebih dari 8.000 keluarga yang tinggal di rumah tak layak yang menempatkan mereka pada risiko besar musim dingin ini. Lebih dari 2.203.699 warga Gaza pun terjebak di bawah blokade tanpa henti dan menghadapi perjuangan harian dengan kekurangan listrik, bahan bakar, dan gas untuk memasak.

Ibnu Khajar selaku Presiden Aksi Cepat Tanggap juga menyambut kolaborasi ini dengan antusias. Hal ini karena, selama musim dingin, infrastruktur Gaza tidak dapat memenuhi permintaan stasiun pompa limbah yang sudah beroperasi dengan kapasitas yang semakin menurun, akibatnya seluruh wilayah kebanjiran. Musim dingin yang datang setiap tahun ini juga yang membuat Aksi Cepat Tanggap (ACT) berikhtiar mendampingi penduduk Palestina yang sedang dirundung konflik kemanusiaan.

“Bantuan dari para dermawan, salah satunya dari Rabbani akan didistribusikan untuk penduduk yang menjadi korban konflik kemanusiaan dan menjadi pengungsi internal. Rabbani merupakan salah satu korporasi yang peduli terhadap isu dan permasalahan kemanusiaan, kerja sama dengan ACT ini memiliki tujuan untuk membantu saudara muslim di negara SKDI saat musim dingin melalui aksi-aksi nyata lembaga. Semoga hal ini menjadi kebaikan positif yang bisa diikuti oleh sektor swasta lainnya. Kolaborasi ini merupakan rasa kepedulian yang kita wujudkan dalam aksi nyata dalam menciptakan maslahat yang lebih besar lagi,” tutup Ibnu.[]