Kolera di Yaman Makin Memburuk, Hampir 300.000 Jiwa Terinfeksi

Kolera di Yaman Makin Memburuk, Hampir 300.000 Jiwa Terinfeksi

Kolera di Yaman Makin Memburuk, Hampir 300.000 Jiwa Terinfeksi' photo

ACTNews, YAMAN - Hari berganti, bulan terlewat, tapi kondisi di Yaman tak juga berujung membaik. Alih-alih konflik mereda, segala hal yang terjadi makin memburuk. Fasilitas infrastruktur umum terbengkalai, kebanyakan hancur porak-poranda diamuk konflik. Satu lagi masalah baru datang menambah pelik kondisi kemanusiaan di Yaman: merebaknya infeksi kolera.

Tahapannya sudah bukan lagi dianggap gejala baru, infeksi kolera di Yaman menyebar, menginfeksi cepat sekali. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merilis data terkini, sampai pertengahan Juli 2017 sudah ada 1.706 jiwa kematian warga Yaman karena kolera. Sementara jumlah terinfeksi kolera sudah melonjak luar biasa sampai di angka 200.000 lebih pasien.

Pernyataan terbaru dari WHO, setidaknya hingga Agustus 2017 bakal ada lebih dari 300.000 pasien terinfeksi kolera di seluruh regional negeri Yaman. Jelas bukan angka korban terinfeksi kolera yang sedikit. Sebab meski infeksi kolera mudah untuk dipulihkan, tapi di Yaman fasilitas kesehatan sedang hancur berantakan.

Malah, ditilik dari angka kerusakan infrastruktur umum, serta mustahilnya konflik berakhir dalam waktu dekat, Yaman bakal menjadi krisis kemanusiaan yang jauh lebih besar ketimbang krisis Suriah.

Mengutip data dari Mitra kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap di Yaman, dalam dua bulan terakhir, infeksi kolera telah melebar dan terus menginfeksi penderita baru di seluruh provinsi di Yaman. Artinya mulai dari pusat pemerintahan di Sanaa dan Aden, hingga Taiz, Hodeidah, Marib, Seiyun, Mukalla, Zinjibar, dan kota-kota lain di Yaman hampir tak ada yang tak memiliki catatan pasien terinfeksi kolera.

Data lainnya menyebut, setidaknya 7.000 kasus kolera baru dilaporkan melanda ibu kota Yaman, Sanaa, setiap harinya! Jika angka laporan kolera ini terus merebak, bukan mustahil tak sampai Agustus 2017 jumlah pasien terinfeksi kolera dapat menembus 300.000 jiwa di seluruh Yaman.

Fasilitas kesehatan kolaps, kolera mudah sekali merebak

Kolapsnya lebih dari 80% fasilitas infrastruktur Yaman selama dua tahun dihantam konflik adalah pemicu utama merebaknya kolera di seantero negeri itu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, konflik yang dipicu oleh egoisme pihak-pihak yang berseteru di Yaman telah membikin krisis kemanusiaan terburuk dibanding Suriah. WHO membuat istilah “perfect storm for cholera” atau “badai terburuk untuk kolera” menyebut kondisi Yaman hari ini.

Dunia medis mengenal infeksi kolera sebagai infeksi bakteri yang menyebar cepat sekali lewat kontaminasi terhadap makanan dan minuman. Dengan teknologi medis modern, sebenarnya mudah untuk menyembuhkan dan merawat pasien terinfeksi kolera. Tetapi di Yaman, semua kemudahan medis itu tak pernah tercapai.

Kolera menginfeksi, menyerang pencernaan, membikin gejala diare parah yang terjadi berturut-turut. Hingga diare dan infeksi kolera itu membuat dehidrasi akut. Dalam kondisi dehidrasi inilah si pasien yang tak sanggup melewati masa kritis akan tewas. Seluruh fase dari terinfeksi kolera hingga masa kritis ini bisa berlangsung bahkan dalam hitungan hari.

Beberapa pekan lalu, ACTNews bertemu dengan Mohamed Ali S. Al-Najar, Perwakilan Diplomatik Negeri Yaman untuk Indonesia. Al-Najar berkata bahwa konflik sudah membuat Yaman begitu berbahaya. Al-Najar mengingatkan bahwa negerinya sedang di ujung tanduk krisis kemanusiaan.

“Kasus infeksi kolera seperti juga kasus kelaparan yang sedang melanda Yaman. Semua berawal dari kasus minimnya makanan dan minuman yang bersih, minimnya suplai medis berupa obat-obatan dan fasilitas medis lainnya. Konflik sudah membuat Yaman berada dalam fase kritis,” kata Al-Najar.

Hingga hari ini, konflik Yaman sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Konflik sudah membunuh kurang lebih 10.000 jiwa. Melukai 45.000 warga, dan membuat hampir 11 persen dari total 26 juta penduduk melarikan diri dari negerinya, menjadi imigran, menjadi pengungsi yang bimbang akan masa depannya.

Media Internasional Aljazeera menuliskan dalam laporannya yang diliput langsung dari Yaman, di Rumah Sakit Sabben di Ibukota Sanaa, dua atau tiga pasien baru datang setiap menitnya. Rata-rata pasien datang sudah terinfeksi kolera.

“Kami menerima banyak sekali pasien dari seluruh wilayah negara ini. Dan kebanyakan pasien (kolera) datang sudah dalam kondisi yang begitu buruk. Kami menghadapi banyak tantangan, peralatan medis yang terbatas, obat-obatan yang tak pernah lengkap, apalagi minimnya doktor dan perawat yang tersedia,” kata Ismail Mansouri, seorang doktor di Sanaa, dikutip dari Aljazeera. []

Sumber gambar: reuters, middleeasteye, rappler
Bagikan