Kolera Kembali Mewabah di Yaman

Kolera Kembali Mewabah di Yaman

Kolera Kembali Mewabah di Yaman' photo

ACTNews, TAIZ – Kolera tiga kali mewabah secara masif dan menjadi ancaman kesehatan terbesar di Yaman semenjak konflik pecah empat tahun silam. Sebagaimana diberitakan Vice Sabtu (6/4) lalu. Keadaan itu diperkirakan dari jumlah kasus yang meningkat per Maret 2019.  Sebagaimana disebutkan Vice, pada 2019, 39.000 kasus kolera dilaporkan pada Januari dan 32.000 kasus pada Februari. Sedangkan pada Maret, jumlah kasus meningkat 150 persen dari Februari dengan 76.152 kasus yang diduga baru. Sekitar 40.000 di antaranya dilaporkan antara 13 Maret dan 26 Maret.

Kolera mewabah di enam wilayah, termasuk Pelabuhan Hodeidah, Laut Merah, dan Ibb. Faktor cuaca, sistem kesehatan, dan suhu ditenggarai meningkatkan wabah kolera bulan ini. Al Jazeera bahkan menyebutkan, kolera telah menyebabkan 300 orang meninggal dunia. PBB mengkhawatirkan wabah kolera Yaman kali ini lebih buruk dari tahun 2017 yang menewaskan 3.000 orang.

Di Rumah Sakit Nasional Taiz, pasien kolera memenuhi setiap ruang rawat. Pihak rumah sakit mengatakan, sekitar 1.000 kasus telah ditangani pihak rumah sakit. “Hasil uji 40 persennya adalah kasus kolera. Hal ini merupakan krisis bagi Pemerintah Taiz,” ujar Mohamed Mokharish dari Rumah Sakit Nasional Taiz.

Kesehatan menjadi barang mahal di Yaman, belum lagi pengobatan yang terbatas. Yasen Ali, ayah dari bocah 6 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Taiz mengatakan, ia harus mencari obat di luar rumah sakit sebab obat yang dibutuhkan anaknya tidak tersedia di rumah sakit. Hal itu juga diungkapkan Umm Mohamed yang juga orang tua dari pasien kolera. Ia mengatakan, laboratorium rumah sakit tidak menyediakan fasilitas tes kesehatan yang dibutuhkan pasien. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk melakukan tes di luar rumah sakit sekitar 7-10 USD.

“Bahkan kami tidak punya cukup uang untuk membayar transportasi ke rumah sakit. Bagaimana kami mampu membayar itu semua?” cerita Um Mohamed.

Kolera merupakan bakteri yang menginfeksi penderitanya melalui air dan makanan yang terkontaminasi. Konflik di Yaman telah meluluhlantakkan setiap infrastruktur dan menyebabkan keadaan sangat memungkinkan terkontaminasi. []

Sumber foto: Al Jazeera, dok. ACT

Bagikan