Komitmen Dakwah Ustaz Darih, Tukang Bubur di Bekasi

Pandemi Covid-19 membuat bubur yang dijual Ustaz Darih sering tidak habis. Meski begitu, saat zuhur tiba, Ustaz Darih bergegas pulang untuk mengajar anak-anak mengaji dan tidak akan melanjutkan berjualan hingga bubur habis.

darih tukang bubur
Ustaz Darih saat mengajar anak-anak mengaji. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Ustaz Darih Karyana seorang guru mengaji saban hari harus berkeliling menjual bubur di wilayah Kayuringin Jaya, Kota Bekasi dari pukul 06.00 WIB hingga 13.00 WIB. Selama pandemi Covid-19, jualannya sering tidak habis. Bubur yang tidak habis akan ia konsumsi untuk keluarga. 

Jika waktu sudah memasuki waktu zuhur, Ustaz Darih bergegas pulang. Meski dagangannya masih tersisa, ia tetap akan pulang dan tidak akan melanjutkan berkeliling. Karena Ustaz Darih harus mengajar anak-anak mengaji di rumahnya dan ia tidak ingin jika nanti para santri harus menunggu lama. 

“Saya tidak mau kalau mereka nunggu lama, kasihan. Jadi zuhur saya harus siap-siap balik, biar sampai rumah cepat,” ujra Ustaz Darih, Sabtu (24/7/2021). 

Di rumahnya, Ustaz Darih mengajar 86 anak-anak mengaji. Dalam mengajar, anak-anak dibagi ke dalam tiga shift yakni usai zuhur, asar, dan setelah maghrib. Ini dilakukan agar tertib, juga karena rumahnya yang tidak cukup jika harus menampung semua anak dalam satu waktu. 

“Rumah saya kecil, kalau langsung jadi satu enggak muat. Jadi saya bagi tiga, setelah zuhur, asar, dan khusus remaja setelah maghrib. Jadi bisa tertib, anak-anak antre juga cepat,” ujarnya. 

Keinginan paling besar Ustaz Darih adalah bisa naik haji. Saat mengungkapkan keinginannya tersebut, ia seringkali bercanda dengan sang istri biar kayak sinetron tukang bubur naik haji. Saat ini ia fokus menabung untuk mewujudkan mimpinya tersebut. 

Untuk mendukung perjuangan Ustaz Darih dalam dakwah kepada anak-anak, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup, Sabtu (24/7/2021). Atas bantuan tersebut, Ustaz Darih mengucapkan banyak terima kasih. []