Komunitas Palestina Korban Kriminal di Israel Cenderung Diabaikan

Otoritas Israel acap kali melakukan diskriminasi pada komunitas Palestina di wilayahnya. Mereka sering mengabaikan tindakan kriminal yang didapat oleh para korban dari komunitas Palestina.

diskriminasi komunitas palestina di israel
Ilustrasi. Komunitas Palestina di Israel selalu mendapat diskriminasi dari pihak berwenang. (Dok. AFP)

ACTNews, TEPI BARATKomunitas Palestina di Israel, yang merupakan seperlima dari total populasi, telah menerima banyak diskriminasi dari hukum dan pihak berwenang Israel. Tindakan kriminal yang diterima komunitas Palestina sering kali diabaikan oleh otoritas Israel. Otoritas Israel dilaporkan menolak mendirikan kantor polisi di desa-desa dan kota-kota yang mayoritas penduduknya Palestina.

Bahkan, komunitas Palestina telah menjadi korban tingkat pembunuhan dua kali lebih tinggi dari yang dihadapi warga Israel, sebagaimana dikatakan Profesor ilmu politik di University of Pennsylvania Ian Lustick. Polisi Israel, disebut Ian, telah menyelesaikan 71 persen pembunuhan terhadap komunitas Israel, sementara hanya 23 persen yang diselesaikan di wilayah komunitas Palestina.

Akibat pengabaian tersebut, pada 2020 lalu, 96 warga Palestina di Israel telah meninggal karena terbunuh. Sementara pada tahun 2021, sejauh ini kasus pembunuhan warga Palestina mencapai rekor terburuknya, yakni 100 kasus.

Selain dalam sektor hukum dan hak keamanan, komunitas Palestina di Israel juga turut mendapat diskriminasi dalam sektor lainnya. Di antaranya yaitu di sektor pendidikan, pembuangan limbah, rekreasi, infrastruktur, hingga perumahan.

Diperkirakan, ada lebih dari 60 undang-undang Israel yang mendiskriminasi komunitas Palestina di Israel. Per 2020, ada 60 ribu hingga 70 ribu rumah milik warga Palestina di Israel yang terancam dihancurkan oleh otoritas Israel karena dianggap dibangun tanpa izin resmi, yang juga sebenarnya sangat sulit mereka dapatkan.

"Selain itu, otoritas Israel juga kerap melakukan penyitaan sejumlah besar tanah dari komunitas Palestina. Mereka juga sering menolak untuk menyetujui rencana induk komunitas Palestina untuk pembangunan," jelas Ian.[]