Kondisi Guru Mengaji Penjual Beras di Bekasi saat Pandemi

Pandemi Covid-19 membuat dagangan guru mengaji di Bekasi, Ustaz Kardi jarang laku. Pendapatannya menurun 50 persen, bahkan dan yang berutang. Meski begitu Ustaz Kardi tetap semangat mengajar.

ustaz kardi
Ustaz Kardi saat sedang mengajar di rumahnya di Bekasi Barat, Kota Bekasi. (ACTNews)

ACTNews, BEKASI – Pandemi Covid-19 memukul ekonomi masyarakat, termasuk guru mengaji di TPQ Al-Mukhtariyah, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Ustaz Kardi. Untuk meringankan beban Kardi, Global Zakat-ACT berikan bantuan biaya hidup, Jumat (16/7/2021). Pria yang saban hari berjualan beras keliling ini,  akibat pandemi Covid-19 dagangannya jarang laku. 

Para pelanggan Ustaz Kardi adalah masyarakat menengah ke bawah dengan jumlah pembelian satu sampai lima liter beras. Banyaknya masyarakat yang tidak bisa bekerja dan penghasilan menurun, berimbas pada daya beli pelanggan Ustaz Kardi yang juga ikut menurun. 

“Mungkin mereka (pelanggan) lagi susah juga. Ada yang kena PHK, dagangannya tidak laku, ojek sepi, jadi yang biasa beli beras di saya, pada enggak beli. Ada juga yang bon (utang) dulu,” kata Kardi. 

Kardi melanjutkan, sebelum pandemi Covid-19 terjadi, pendapatan kotornya mencapai Rp400 ribu per hari. Namun akibat pandemi Covid-19, turun hingga 50 persen. Meski begitu, Kardi tetap semangat berjualan. Baginya rezeki tidak hanya uang, melainkan segala kenikmatan yang diberi Allah SWT adalah rezeki. 

Usai berjualan, Kardi mengajar anak-anak mengaji. Total santri yang mengaji pada Kardi sebanyak 98 orang. Banyaknya anak yang datang mengaji membuat waktu mengaji dibagi menjadi tiga shift, yakni usai dzuhur, asar bagi naka-anak, dan khusus remaja usai maghrib. 

Selain tiga waktu tersebut, Kardi juga menggelar pengajian setelah salat subuh. Pengajian ini dikhususkan bagi santri yang menginap di rumahnya. Dalam mengajar, Kardi tidak mematok biaya. “Tidak apa-apa, senang lihat mereka mau ngaji. Seikhlasnya dan semampunya, kalau tidak mampu tidak boleh dipaksa. Penting mau datang ngaji,” ujarnya.[]