Kondisi Pangan Penyintas Banjir Kupang Serba Sulit Selama Ramadan

Penyintas banjir di Kabupaten Kupang masih dalam kondisi sulit. Rumah dan kios mereka hancur terbawa air bah. Untuk memenuhi pangan selama Ramadan, mereka berharap uluran tangan dermawan.

Minto saat sedang menyuapi anaknya
Minto saat sedang menyuapi anaknya makan. (ACTNews/Muhamad Ubaidillah)

ACTNews, KUPANG — Rumah-rumah warga di RT 08, RW 04 Kelurahan Takari, Kabupaten Kupang hanyut dan hancur akibat banjir. Kini warga banyak yang mengungsi ke rumah-rumah saudara yang selamat. Tetapi ada juga yang bertahan di sisa-sisa rumah yang hancur. Selain rumah, kios yang menjadi sumber penghasilan mereka juga hanyut dan hanya menyisakan pondasi. 

Salah seorang penyintas banjir di RT 08, RW 04, Kelurahan Takari, Anto, mengatakan kios miliknya hanyut. Barang-barang dagangan hanya sebagian yang berhasil ia selamatkan. Diakui Anto, kondisi tersebut mempengaruhi pemenuhan kebutuhan pangan selama Ramadan. Di bulan puasa ini ia mengandalkan bantuan dari saudara dan dermawan, yakni lauk-pauk untuk berbuka dan sahur.

“Awal-awal bencana, saya enggak berani tidur di rumah yang sudah rusak, jadi bikin tenda di samping (rumah). Sekarang saya pikir aman, jadi pindah ke rumah yang sebagian besar hancur. Kios habis, barang-barangnya sedikit yang tersisa, makan sahur sama buka seadanya, dikasih sama orang,” kata Anto saat diwawancarai ACTNews, Rabu (14/4/2021). 

Selain Anto, Minto juga bernasib serupa. Bahkan Minto sempat berbuka hanya dengan air putih. Makan malam dilanjutkan dengan nasi berlauk sawi rebus yang ia beli di warung dekat rumah. "Mungkin itu penyebabnya anak saya pada kurang nafsu makan saat buka. Saya juga enggak bisa berbuat banyak, lagi susah begini," ujar Minto. 

Minto berharap di sisa Ramadan tahun ini, ia bisa memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Namun, ia tak tahu mesti berbuat apa karena keahliannya hanya berdagang, sedangkan dia sudah tak memiliki cukup modal untuk memulai berjualan. “Berharap sama Allah, mudah-mudahan dikasih rezeki melalui para dermawan, di samping saya berusaha,” harapnya. 

Koordinator Tim Tanggap Darurat ACT untuk bencana NTT Lukman Sholehudin mengatakan, Ramadan tahun ini Global Zakat-ACT mencanangkan program zakat fitrah untuk sejuta pengungsi melalui Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan. Sehingga, para pengungsi maupun penyintas bencana tidak merasa khawatir kekurangan pangan saat Ramadan ini. 

“Insyaallah, melalui Gerakan Sedekah Pangan Ramadhan dan program Zakat Fitrah untuk Sejuta Pengungsi, ksmi ingin memastikan bahwa tidak ada saudara yang kelaparan atau kekurangan pangan, baik untuk berbuka maupun sahur,” ujar Lukman, Kamis (22/4/2021). []