Kondisi Zakat Penghasilan sebagai Pengendali Kemiskinan

Potensi pengumpulan zakat penghasilan di Indonesia belum optimal. Padahal, zakat penghasilan dapat berperan dalam mengendalikan laju kemiskinan.

zakat penghasilan
Ilustrasi. Zakat penghasilan yang dibayarkan didistribusikan kepada lansia prasejahtera. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Potensi zakat di Indonesia sangatlah besar. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memperkirakan potensi zakat di Indonesia 2019 mencapai Rp233,84 triliun. Dari jumlah tersebut, zakat penghasilan menempati porsi terbesar dengan potensi Rp139,07 triliun. Bahkan data Outlook Zakat Indonesia 2021 menyebutkan potensi zakat Indonesia pada tahun 2020 mencapai Rp327,6 triliun.

Secara umum, realisasi pengumpulan zakat di Indonesia pada 2020 masih rendah yakni mencapai Rp Rp71,4 triliun atau sekitar 21,7 persen. Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyatakan bahwa realisasi tersebut masih jauh dari potensi zakat di Indonesia yang sangat besar. 

“Dari seluruh potensi tersebut, riset gabungan Baznas dengan berbagai lembaga menyebutkan tercatat sekitar Rp61,258 triliun penghimpunan ZIS yang tidak melalui Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) resmi pada 2020. Adapun secara nasional pada 2019 penghimpunan ZIS yang melalui OPZ resmi baru mencapai Rp10,2 triliun," tuturnya.

Lalu bagaimana dengan Zakat penghasilan? Pengumpulan zakat penghasilan terus mengalami kenaikan per tahunnya namun belum signifikan. Pada 2017 pengumpulan zakat mal penghasilan mencapai Rp2.785.208.957.779, tahun 2018 Rp3.302.249.700.640, dan tahun 2019 Rp3.951.113.706.297. 

Padahal, menurut ekonom INDEF Bhima Yudhistira zakat penghasilan merupakan langkah yang baik karena mampu mengendalikan angka kemiskinan. Apalagi saat ini angka kemiskinan melonjak akibat Covid-19. “Akan terkendali jika pemungutan zakat penghasilan optimal,” katanya.

Optimalisasi Pengumpulan Zakat Penghasilan

Sutaryo dari tim Global Zakat-ACT menjelaskan, sebagai lembaga amil zakat resmi, Global Zakat-ACT terus berupaya mengoptimalkan pengumpulan zakat penghasilan di Indonesia. Ini semata-mata agar peran zakat penghasilan sebagai salah satu instrumen mengendalikan laju kemiskinan benar-benar dirasakan masyarakat. 

“Optimalisasi pengumpulan zakat penghasilan oleh Global Zakat-ACT terus digalakkan. Melalui laman digital Indonesiadermawan.id, pembayaran zakat penghasilan setiap bulan atau masa haul mudah dilakukan,” kata Sutaryo, Sabtu (28/8/2021).[]