Konflik Berlanjut, Kondisi Anak Suriah Kian Mengkhawatirkan

Jumlah anak-anak meninggal dunia korban konflik Suriah di Idlib dan Hamma semakin bertambah. Badan Anak-anak dunia mengkhawatirkan fakta tersebut.

Konflik Berlanjut, Kondisi Anak Suriah Kian Mengkhawatirkan' photo

ACTNews, IDLIB – Moustapha dan Manar hampir putus asa menyelamatkan adik mereka, Khaled Bakaour (3), dari reruntuhan. Teriakan dan tangis kedua bocah itu pecah setelah mengetahui tubuh adik mereka tertimbun reruntuhan rumah. Suatu siang di bulan Juni, tiga bersaudara itu tengah bermain di luar rumah. Serangan udara tiba-tiba menghantam bangunan rumah mereka.

Ketakutan dan kebingungan menyergap, namun rasa sayang membuat adik dan kakak itu sekuat tenaga menyelamatkan adik mereka. Hari itu tidak akan pernah dilupakan Moustapha dan Manar. Bangunan rumah roboh menimpa tubuh Khaled.

“Serangan kedua menghantam rumah kami. Rumah kami hancur dan kami tidak dapat melihat apa pun seketika itu. Kami menyingkirkan reruntuhan dan melihat kepala (Khaled). Tim penolong dengan ambulans pun segera datang,” cerita Moustapha Bakour, kakak Khaled, kepada Al Jazeera, diterbitkan 24 Juni lalu.


Kini, salah satu kaki kanan Khaled dibalut perban tebal. Sementara itu, perban lebih kecil menutupi luka di kaki kirinya. Selang infus terhubung ke salah satu lengan balita itu. Khaled tengah menjalani perawatan di salah rumah sakit di Idlib. Keluarga pun amat bersyukur ia masih selamat.

Eskalasi konflik di wilayah selatan Provinsi Idlib yang berbatasan dengan Hamma Utara memasuki hari ke-70. Wilayah tersebut disebut sebagai arena pertarungan. Serangan udara hampir setiap hari tidak terelakkan.

Mengutip Al Jazeera, organisasi Hak Asasi menyebut paling tidak sedikitnya 500 warga sipil meninggal dunia. Sekitar seratus di antaranya adalah anak-anak. Menurut Badan Anak-Anak PBB (UNICEF), fakta tersebut mengkhawatirkan.


“Sejak awal tahun ini, UNICEF telah memverifikasi lebih dari 140 anak-anak yang meninggal dunia bahkan sampai 24 jam terakhir,” terang Direktur UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Geert Cappelaere, dilansir dari Al Jazeera, Senin (8/7). Sehari sebelumnya, Al Jazeera juga menyebutkan, sejak konflik dua setengah bulan lalu di Idlib, korban luka sedikitnya mencapai 2.000 orang. 

Syrian Network for Human Rights (SNHR), mempunyai data yang tidak jauh berbeda dari yang dimiliki PBB. Sebagaimana ditulis Al Jazeera, menurut SNHR, setidaknya 544 warga sipil termasuk 130 anak  meninggal dunia, sementara 2,117 lainnya terluka. []

Sumber foto: ACT, Al Jazeera, PBB

Bagikan