Konflik di India Telan Puluhan Korban Jiwa

Sebanyak 25 orang dinyatakan meninggalkan akibat konflik yang terjadi di India. Tak hanya itu, berbagai properti seperti rumah, toko dan masjid hancur dan hangus terbakar.

Konflik di India Telan Puluhan Korban Jiwa' photo
Toko-toko dan kendaraan yang mengalami kerusakan setelah di bakar di New Delhi timur. (The New York Times)

ACTNews, NEW DELHI  India Dirundung krisis kemanusiaan. Hingga Rabu (27/2), dikabarkan 25 orang meninggal dunia akibat konflik yang terjadi di New Delhi. Kejadian ini dianggap konflik yang paling buruk dalam beberapa tahun terakhir di ibu kota India tersebut. Dua kelompok saling serang, membela kelompoknya masing-masing.

Tak hanya mengakibatkan korban meninggal yang cukup banyak, konflik ini juga menimbulkan korban luka-luka. Dikutip dari Aljazeera, korban yang mengalami luka mencapai 200 orang. Sebagian besar mereka merupakan muslim yang tinggal di New Delhi. Selain itu, properti berupa rumah, toko-toko hingga masjid hangus dibakar.

Dampak yang ditimbulkan akibat konflik ini pun cukup luas. Warga yang tinggal di lingkungan yang dihuni penduduk muslim dan Hindu sebagai agama mayoritas pun harus mengungsi karena takut. Mereka membawa harta benda mereka untuk pindah ke tempat lain yang dirasa lebih aman.


Masjid yang terbakar di India akibat konflik. (AFP)

Saat ini kondisi New Delhi masih dijaga ketat pihak keamanan. Bangunan-bangunan yang rusak dan dibakar mulai dibersihkan. Termasuk masjid-masjid yang menjadi sasaran pengerusakan massa. Di samping itu, sekolah-sekolah masih diliburkan untuk sementara waktu.

Aksi Cepat Tanggap (ACT) sampai saat ini masih melakukan asesmen awal untuk mengirimkan bantuan bagi para penyintas konflik di India. “Kami sedang mengasesmen bantuan yang tepat untuk saat ini,” jelas Suci Pri Ramadinda dari tim Global Humanity Response - ACT, Kamis (27/2).

Dari The Guardian, salah satu saksi mata yang enggan disebutkan namanya mengatakan, massa yang datang menjarah dan membakar toko serta masjid juga rumah orang muslim. Kejadian itu belum pernah dilihatnya selama 35 tahun, apalagi melibatkan konflik agama. “Sebelumnya umat Hindu dan Islam selalu damai di sini,” ungkapnya.[]

Bagikan