Konflik di Marib, Krisis Makin Parah Terjang Pengungsi Yaman

Konflik di Yaman mulai menyebar ke Kota Marib, mengancam kehidupan para pengungsi di sana.

krisis yaman
Ilustrasi. Pengungsi di Yaman. (UNHCR/Mohammed Hamoud)

ACTNews, MARIB – Konflik bersenjata dilaporkan terjadi di beberapa distrik di Kota Marib, Yaman. Hal ini membuat krisis kemanusiaan di kota–yang terletak di utara Yaman–tersebut menjadi semakin parah. Jumlah pengungsi yang terlantar di sejumlah kamp meningkat hampir 10 kali lipat dalam tiga bulan terakhir.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) menyatakan, hingga 2021 ini, Kota Marib menjadi rumah bagi tiga juta orang–termasuk di antaranya satu jjuta pengungsi yang berasal dari wilayah lain di Yaman. Para pengungsi, disebut IOM, melarikan diri dari wilayah asalnya untuk menghindari konflik dan pergi ke Marib untuk hidup yang lebih tenang.

IOM melaporkan kondisi di 137 lokasi pengungsian menjadi sangat buruk.  “Masyarakat berulang kali mengungsi dan sangat membutuhkan (bantuan),” kata kepala perwakilan IOM Yaman Christa Rottensteiner.

Sementara itu, Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan, jika konflik terus menyebar ke seluruh wilayah Marib, maka bantuan kemanusiaan akan sangat sulit untuk diterima oleh para pengungsi.

Penambahan jumlah pengungsi juga turut disoroti UNHCR, yang menyatakan jumlah pengungsi akan memperburuk kebutuhan kemanusiaan yang ada. Secara drastis meningkatkan kebutuhan akan tempat tinggal, barang-barang rumah tangga yang penting, air dan sanitasi, pendidikan, dan layanan perlindungan terutama untuk anak-anak.

UNHCR juga menyebut gangguan kondisi kesehatan seperti diare akut, malaria, dan infeksi saluran pernapasan, sangat rawan terjadi di antara para pengungsi.[]