Konvoi Kemanusiaan, Boyong 5.000 Paket Pangan untuk Pengungsi Suriah

Konvoi Kemanusiaan, Boyong 5.000 Paket Pangan untuk Pengungsi Suriah

ACTNews, MERSIN – Diukur dari ujung depan sampai belakang, panjang peti kemasnya 40 feet untuk setiap truk. Kargo yang dimuat dalam masing-masing truk berupa bahan pangan dengan 20 jenis makanan yang berbeda. Deretan bahan pangan yang disiapkan beragam, mulai dari bulgur, kacang-kacangan, minyak zaitun, minyak goreng, gula, teh, manisan, tepung, dan beberapa bahan dasar makanan lain.

Tapi, sedari awal ini memang bukan tentang muatan kargo biasa. Kargo dengan 20 jenis macam bahan pangan disiapkan untuk total jumlah 5.000 paket. Istimewa, sebab kargo disiapkan oleh Bangsa Indonesia, untuk Suriah yang masih porak-poranda dihantam konflik berkarat.

Sejak pagi, Kamis (15/3) semua relawan yang disiapkan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sudah bergegas. Padahal suhu pagi di luar masih dingin, sekira 15 derajat celsius di pertengahan bulan Maret. Meski dingin - sebenarnya kota ini, Mersin di bagian selatan Turki - adalah sebuah Kota Pelabuhan. Mersin menjadi pusat dari pemasok distribusi logistik di bagian selatan Turki.

Dari titik Kota Pelabuhan inilah, dinginnya pagi di Kota Mersin nyatanya tak menjadi masalah berarti. Rencana sudah disiapkan, Kamis itu bakal menjadi hari pertama iring-iringan truk bantuan pangan dari masyarakat Indonesia.

“ACT menjadi perwakilan dari Bangsa Indonesia, memboyong total 5.000 paket pangan dari Kota Mersin menuju Kota Reyhanli,” kata Bambang Triyono, selaku Direktur Global Humanity Response ACT.

Lima Truk, bergerak ke perbatasan Suriah dan Turki

Komposisinya seperti berikut; tiga truk besar dengan panjang masing-masing 40 feet, ditambah dua truk ukuran medium dengan panjang sekira 20 feet. Walau masih di dalam cakupan wilayah Kota Mersin, proses muat kargo di lima truk sampai dilakukan di tiga tempat yang berbeda.

“Alasannya, agar mempercepat proses muat, agar konvoi truk bisa segera diberangkatkan sebelum senja,” ujar Wail, mitra ACT di Mersin yang membantu seluruh proses muat kargo.

Berjalan bersamaan, Kamis (15/3) sejak pagi sampai siang, lima truk bertahap dipenuhi dengan paket-paket makanan yang jenisnya sudah ditentukan. Kami, Tim ACTNews berada di Kota Mersin untuk mengawal konvoi kemanusiaan dari Mersin sampai Reyhanli.

Setiap 20 jenis barang jumlahnya dikalikan 5.000 buah. Tentu bukan urusan yang sederhana untuk memastikan total 100.000 barang dengan 20 jenis yang berbeda itu bisa terangkut semua. Di tiga lokasi penyuplai, semua berjalan bersamaan.

“Alhamdulillah proses muat ribuan paket untuk pengungsi Suriah ini tuntas menjelang azan Ashar waktu Mersin. Masih ada perjalanan panjang 301 km dari Mersin sampai Reyhanli,” kata Wail.

Kami, Tim ACTNews menumpang satu truk besar yang berada di iring-iringan paling belakang. Truk berlogo bintang tiga pabrikan Jerman itu melaju perlahan. Di bagian samping kontainer, tulisan besar “Humanitarian Aid for Syria” mengalihkan perhatian banyak pasang mata. Ketika melaju di tengah kepadatan kota Mersin, ada saja bunyi klakson yang bersahutan menyambut konvoi kemanusiaan untuk Suriah.

Mustafa, nama pengemudi truk yang kami tumpangi rupanya juga orang asli Reyhanli. Ia mengaku sejak lahir tinggal di kota perbatasan antara Turki dan Suriah itu. Berbicara dengan bahasa Turki dan Arab, Mustafa mengatakan ada kebanggaan tersendiri baginya dipercaya menjadi bagian dari iring-iringan truk kemanusiaan untuk pengungsi Suriah.

“Sejak lahir saya ada di Reyhanli. Sejak pengungsi Suriah datang, kami di Reyhanli menerima dengan tangan terbuka setiap pengungsi Suriah yang datang. Bahkan di rumah orang tua saya, ditempati juga oleh beberapa keluarga Suriah. InsyaAllah paket makanan dari Indonesia ini sangat mencukupi kehidupan pengungsi yang tinggal apa adanya di Reyhanli,” kata Mustafa.

Lantas, mengapa destinasi akhir itu sampai ke Reyhanli?

Bambang memaparkan, Reyhanli adalah tapal batas. Di atas bentangan peta, Reyhanli menjadi perbatasan yang memisahkan antara tanah Suriah dan Tanah Turki. Bahkan hari ini, pemerintah Reyhanli mengatakan jumlah pengungsi Suriah sudah melebihi populasi jumlah penduduk Reyhanli.

Di tapal batas ini pula, di Kota Reyhanli - bagian dari Provinsi Hatay - ACT menjawab amanah besar dari masyarakat Indonesia dengan menyiapkan satu ikhtiar terbaik. “Ikhtiar itu diwujudkan dalam bentuk Indonesia Humanitarian Center (IHC), atau pusat penyedia bantuan pangan dan logistik untuk ribuan pengungsi Suriah. 5.000 paket yang datang dari Mersin ini menjadi bantuan tahap pertama, menyusul satu bulan berikutnya insyaAllah gudang IHC juga bakal menampung 1.000 ton beras dari Indonesia,” tutur Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, menunggu konvoi truk tiba di Reyhanli, Ahyudin menambahkan, bahwa sampai Maret 2018 ini, Suriah masih berdarah-darah. Merespons urusan pelik Suriah, Bangsa Indonesia tak boleh ala kadarnya.

“Oleh karena itu, ACT atas Nama Bangsa Indonesia harus membuat terobosan program kemanusiaan. Terobosan yang memungkinkan peran Indonesia besar, strategis, dan berkelanjutan untuk membantu pengungsi Suriah. Insya Allah IHC dapat menampung 1.000 - 2.000 ton bantuan pangan untuk pengungsi Suriah,” kata Ahyudin, Presiden ACT (Kamis (15/3), di perbatasan Turki dan Suriah.

Selagi gudang IHC disiapkan, bantuan langsung dari ACT untuk warga Ghouta Timur yang terkepung dan terkurung pun terus dipasok ke dalam bungker. Setiap harinya, total ribuan paket berupa makanan siap saji di bawa masuk ke dalam bungker-bungker bawah tanah. Menyusuri lorong-lorong gelap tempat warga Ghouta Timur bersembunyi di balik runtuhan rumahnya.

“Kami bergerak bersamaan. Di dalam Ghouta Timur ACT memastikan ribuan porsi makanan siap saji disiapkan untuk warga di dalam bungker. Sementara di Reyhanli, di perbatasan antara Turki dan Suriah ACT menyiapkan ikhtiar besar berupa Indoneisa Humanitarian Center,” pungkas Bambang. []

Tag

Belum ada tag sama sekali