Korban Angin Puting Beliung di Wajo Butuh Bantuan

"Diperlukan saat ini bantuan tenda dan terpal untuk pengungsian," kata Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Muslihin.

angin kencang rusak ratusan rumah
Kondisi rumah warga yang rusak akibat diterjang angin kencang di Kabupaten Wajo. (BPBD Kabupaten Wajo)

ACTNews, WAJO -- Sebanyak 277 rumah warga rusak diterjang angin puting beliung di tiga kecamatan di Kabupaten Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Sejumlah wilayah terdampak ada di Desa Mattirowalie dan Desa Kalola yang berada di Kecamatan Maniangpajo, Desa Ugi dan Desa Pallimae di Kecamatan Sabangparau, Kelurahan Wiringpalennae di Kecamatan Tempe.

“Jumlah rumah warga yang rusak dengan rincian lima rumah warga rusak berat, 60 rusak sedang dan 172 rumah rusak ringan. Fenomena cuaca ekstrem ini juga menyebabkan satu unit rumah ibadah dan dua unit fasilitas pendidikan rusak berat,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, dalam keterangan resmi yang diterima, Kamis (28/10/2021).

Ia memastikan tidak ada korban jiwa akibat insiden tersebut. Sebanyak 244 KK/909 jiwa terdampak. Saat ini korban bencana angin puting beliung sangat membutuhkan bantuan layaknya pangan dan tenda untuk bernaung.

"Diperlukan saat ini bantuan tenda dan terpal untuk pengungsian," kata Kepala BPBD Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Andi Muslihin.

Merujuk prakiraan cuaca BMKG untuk wilayah Sulawesi Selatan Rabu (28/10/2021) masih berpotensi hujan disertai kilat dan angin kencang di wilayah pesisir barat dan utara. Hujan ringan masih berpotensi hingga Kamis (29/10/2021).;

Analisa InaRISK menunjukkan Kabupaten Wajo memiliki potensi risiko cuaca ekstrem dengan kategori sedang hingga tinggi. BNPB menghimbau kepada pemangku kepentingan daerah setempat dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bahaya yang disebabkan faktor cuaca.

Kejadian bencana angin puting beliung ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada bulan September lalu, angin puting beliung juga memorak-porandakan rumah warga dan bangunan lainnya di Kabupaten Wajo. Saat itu, setidaknya sebanyak 47 rumah warga pun rusak berat.[]