Korban Banjir Desa Gembuk Pacitan Masih Butuh Bantuan Darurat

Berdasarkan hasil analisis tim Disaster Emergency Response (DER) ACT Madiun, ada 36 keluarga terdampak banjir, yang terdiri dari 7 lansia, 70 orang dewasa, dan 22 anak yang harus mengungsi.

Tim Disaster Emergency Response ACT Madiun memberikan bantuan beras ke rumah salah satu warga korban banjir di Desa Gembuk, Senin (16/11). (ACTNews)

ACTNews, MADIUN – Tim Disaster Emergency Response Aksi Cepat Tanggap Madiun bertindak cepat melaksanakan asesmen dan implementasi bantuan tahap awal kepada korban banjir dan longsor di Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Senin (16/11).

Kepala Cabang ACT Madiun Wahyu Sulistianto Putro menerangkan, tim Disaster Emergency Response segera menyiapkan bantuan bahan makanan dan keperluan dasar yang dibutuhkan. “Ada beras, minyak goreng, gula, dan makanan ringan,” kata Wahyu. Ia juga mengatakan, timnya harus bersiap di tengah musim hujan yang rawan bencana ini, termasuk meninjau ke wilayah Pacitan yang terletak lebih dari 100 kilometer dari Madiun, karena masih merupakan wilayah kerja ACT Madiun.

Berdasarkan hasil analisis tim Disaster Emergency Response, ada 36 keluarga terdampak bencana, yang terdiri dari 7 lansia, 70 orang dewasa, dan 22 anak yang harus mengungsi. “Pengungsian dilakukan karena kondisi tanah yang tidak stabil. Selain itu, intensitas hujan masih tinggi sehingga ditakutkan terjadi bencana susulan. Jalanan yang digunakan sehari-hari juga tertutup longsor sehingga bantuan mendesak sangat dibutuhkan warga,” lanjut Wahyu.

Menurut Wahyu, pengungsi masih membutuhkan bantuan mendesak seperti terpal, selimut, makanan cepat saji, tikar, kasur, susu bayi, dan kebutuhan sanitasi.[]