Korban Banjir Masamba Terima Pelayanan Medis

Hingga saat ini, bantuan untuk korban banjir masamba terus dimasifkan. Selain logistik, Aksi Cepat Tanggap dan Masyarakat Relawan Indonesia juga memberikan bantuan layanan medis.

Korban Banjir Masamba Terima Pelayanan Medis' photo
Relawan dokter dari tim Masyarakat Relawan Indonesia memeriksa korban banjir Masamba. (ACTNews)

ACTNews, LUWU UTARA – Korban banjir bandang di Desa Malimbu, Kecamatan Sabbang, Luwu Utara, menerima pelayanan kesehatan dari ACT dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Jumat (24/7) lalu. Para korban yang kini mengungsi itu mengeluhkan sakit kepala dan kelelahan.

Relawan medis MRI Sulawesi Selatan dr. Adriana Wiwi Padudung menjelaskan, para pengungsi memang kurang beristirahat dengan maksimal. Hal itu berdampak pada tekanan darah dan psikologis.

“Kebanyakan pasien yang datang adalah lansia. Kebanyakan pasien (mengeluh) hipertensi. Kalau ibu-ibu, kebanyakan keluhannya gatal-gatal karena mereka banyak membersihkan pakaian yang terendam banjir. Satu-dua pasien ada yang mengganti perban luka,” cerita dr. Wiwi.


Relawan medis ACT membersihkan luka penyintas banjir Luwu Utara. (ACTNews)

Dr. Wiwi mengatakan, tidak ada penyakit cukup serius yang ditemui relawan medis. Selain pemeriksaan kesehatan, relawan medis juga menyediakan obat dan multivitamin untuk para pasien.

Lukman Solehudin dari Tim Disaster Emergency Response ACT melaporkan, dukungan untuk penyintas banjir Luwu Utara terus dilakukan. “Bukan hanya pelayanan medis dan logistik, menjelang Iduladha, bersama dermawan kita juga tengah mengikhtiarkan daging kurban untuk para pengungsi. Sementara itu, Humanity Food Truck juga sedang menuju ke Luwu Utara,” kata Lukman.

Dari Jakarta, Humanity Food Truck membawa tim beranggotakan pengemudi, koki, serta dua orang tim dapur. Di Luwu Utara, relawan MRI yang bertugas di sana akan bergabung dalam aksi penyediaan pangan ini.

“Terima kasih atas dukungan dermawan yang membersamai relawan pada Iduladha ini. Bersama kita berikhtiar hingga para penyintas bencana dapat kembali memulai aktivitasnya,” ajak Lukman.[]

Bagikan