Korban Gempa di Kepulauan Selayar Masih Butuh Bantuan Darurat

Warga terdampak gempa bermagnitudo 7,4 di Kepulauan Selayar butuh bantuan mendesak. Bantuan berupa perlengkapan bayi, terpal, selimut, bahan pangan, dan obat-obatan sangat dibutuhkan.

bantu pengungsi selayar
Warga korban gempa di Kepulauan Selayar tengah beristirahat di tenda terpal darurat. (ACTNews)

ACTNews, KEPULAUAN SELAYAR – Satu pekan setelah diguncang gempa bermagnitudo 7,4, warga di Dusun Mantu'u, Desa Lamantu, Desa Majapahit, dan Desa Bonerate, Kecamatan Pasimarannu, Kabupaten Kepulauan Selayar masih tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan secara mandiri. Mereka tidak lagi memiliki tempat tinggal.

Andi Nasri dari tim ACT Sulawesi Selatan mengatakan, para pengungsi itu masih membutuhkan bantuan. Kebutuhan mendesak para korban antara lain perlengkapan bayi, kelambu, tikar, selimut, terpal besar, obat-obatan, kasur lipat, paket pangan, air bersih, dan paket peralatan kebersihan. 

“Desa-desa tersebut jauh dari pusat kota. Pengiriman bantuan memerlukan waktu 18 hingga 22 jam menggunakan kapal. Sedangkan kapal berlayar ke Pasimarannu satu minggu sekali dan pesawat dua minggu sekali dengan biaya cukup mahal,” ujar Nasri, Selasa (21/12/2021).

Sebelumnya, Tim Tanggap Darurat ACT telah mendistribusikan bantuan tahap awal berupa paket pangan di tiga desa tersebut,  Ahad (19/12/2021).

“Beberapa pulau belum bisa dijangkau karena keterbatasan akses. Kami masih terus berusaha maksimal. Kami berharap, Sahabat Dermawan juga senantiasa mendampingi langkah kami,” kata Nasri,

Berdasarkan data yang diterima Tim ACT Makassar, jumlah warga terdampak 2.686 jiwa, 77 rumah rusak berat, 105 rumah rusak ringan satu sekolah dasar di Desa Bonerate rusak ringan, dan satu masjid di Desa Bonerate rusak berat.[]