Korban Jiwa Ribuan Orang, Kondisi Haiti Makin Kristis

Lebih dari dua ribu orang meninggal dunia dan 12 ribu orang terluka akibat gempa di Haiti. Gempa membuat salah satu negara termiskin di Amerika tersebut makin kritis.

gempa haiti tewaskan ribuan orang
Gempa bermagnitudo 7,2 merenggut lebih dari dua ribu jiwa di Haiti. (Reuters/Ralph Tedy Erol)

ACTNews, HAITI – Gempa bumi bermagnitudo 7,2  yang mengguncang barat daya Haiti pada Sabtu (14/8/2021) membuat kondisi Haiti semakin kritis. Ribuan rumah dan fasilitas publik di Haiti hancur. Berdasarkan laporan terkini, korban jiwa telah mencapai 2.189 orang. Korban luka lebih dari 12 ribu orang akibat gempa yang berpusat di timur laut Saint Louis Du Sud, pada kedalaman 10 kilometer tersebut.

Angka korban jiwa pun diperkirakan akan terus bertambah. Sebab, belum semua korban bisa diangkat dari reruntuhan bangunan. Global Humanity Response-Aksi Cepat Tanggap mencatat 60 ribu rumah hancur total dan 76 ribu lainnya rusak. Rumah sakit, sekolah, kantor dan tempat ibadah mengalami kerusakan parah. Lebih dari 30 ribu keluarga kehilangan tempat tinggal.

Beberapa gempa susulan juga masih kerap terjadi. Berdasarkan data yang dihimpun Global Humanity Response (GHR) ACT, sedikitnya sembilan gempa susulan terjadi sejak gempa pertama.

Kondisi yang ditambah hujan deras juga telah memicu tanah longsor yang akhirnya  menghambat proses evakuasi warga. Dilaporkan, saat ini banyak warga terpaksa tidur di lapangan atau di bawah pohon karena belum bisa dipindahkan ke tenda pengungsian.

Banyak warga juga mengeluhkan lambatnya bantuan yang datang. Montette (33) salah satunya. Ia harus menempuh perjalanan dua jam dengan mobil back terbuka guna mencari bantuan pangan.

"Tidak ada yang datang untuk membantu kami. Saya mencari bantuan sehingga saya dapat membangun kembali rumah saya dan merawat anak-anak saya. Kami hidup dalam tragedi," kata Montette

Kelangkaan pangan saat gempa juga membuat harga makanan dan minuman melambung tinggi. Harga sekantong kecil air minum bahkan naik mencapai tiga kali lipat.

Sementara itu, Firdaus Guritno dari tim GHR-ACT mengatakan belasan ribu warga Haiti, termasuk ribuan anak-anak, sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. “Haiti adalah satu negara miskin di dunia. Mereka masih belum pulih dari gempa 2010 yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang. Gempa ini juga Bencana terbaru ini menambah penderitaan warga Haiti, yang tengah bergulat dengan pandemi Covid-19,” pungkas Firdaus.[]