Korban Jiwa Serangan Israel di Gaza Bertambah Jadi 83 di Hari Idulfitri

Bagi warga Gaza, gempuran roket telah menjadi pemandangan mengerikan menjelang Idulfitri. Mereka tidak bisa berbuat banyak selain berharap roket tidak mengenai rumah mereka dan serangan bisa terhenti.

Banguan Gaza Hancur
Salah satu gedung di Kota Gaza yang diserang zionis Israel. (Thesun)

ACTNews, GAZA - Hari Idulfitri berbalut duka di Gaza. Puluhan orang meninggal akibat serangan zionis Israel yang dilayangkan sejak Senin (11/5/2021). Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan, per Kamis (13/5/2021) pukul 11.30 waktu setempat, warga yang meninggal sebanyak 83 orang, 17 di antaranya adalah anak-anak dan korban luka sebanyak 487 orang. 

Sebelumnya pada Selasa (12/5/2021), korban meninggal mencapai angka 65 orang. Korban meninggal terus mengalami peningkatan setiap harinya. Banyaknya serangan yang diluncurkan oleh Israel yang menargetkan daerah padat penduduk, membuat korban luka semakin banyak. Rumah sakit penuh dan petugas medis bekerja lebih keras untuk mengobati semua korban luka yang dikirim dari berbagai tempat di Gaza. 

Bagi warga Gaza, gempuran roket telah menjadi pemandangan mengerikan menjelang Idulfitri. Mereka tidak bisa berbuat banyak selain berharap roket tidak mengenai rumah mereka dan serangan bisa terhenti. 


Menanggapi kondisi yang terjadi di Gaza, Aksi Cepat Tanggap telah mengirimkan bantuan kesehatan ke rumah sakit sekitar juga ambulans yang mengevakuasi korban serangan. "Tim Klinik Indonesia di Gaza mendistribusikan bantuan 48 alat bedah halus sekali pakai di rumah sakit Alshifa Gaza," ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response ACT. 

Selain memberikan bantuan di Gaza, ACT juga memberikan bantuan darurat ke Al Quds berupa distribusi paket lebaran untuk penjaga Al Aqsa. "Paket lebaran ini diberikan kepada anak-anak Al Quds, di mana mereka adalah dari keluarga prasejahtera dan dari keluarga para penjaga Masjidil Aqsa. Pendistribusian bantuan tersebut dilakukan demi mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan anak-anak Al Quds. Paket lebaran juga didistribusikan kepada ratusan keluarga prasejahtera di Gaza, Khanyounis, dan Rafah, " ujar Said. []