Korban Kebakaran Makassar Hanya Bisa Selamatkan Pakaian Melekat di Badan

Kebakaran besar yang menghanguskan 95 rumah di Makassar membawa duka bagi korban terdampak. Mereka banyak yang kehilangan harta benda dalam sekejap dan hanya menyisakan pakaian yang menempel di badan.

Korban terdampak kebakaran di Makassar yang bertahan di puing yang hangus terbakar. (ACTNews)

ACTNews, MAKASSAR – Kebakaran besar terjadi di Makassar, tepatnya di Kompleks Lepping, Jalan Muh. Tahir, Kelurahan Jongaya, Tamalate, Kota Makassar pada Rabu (11/8/2021) lalu pukul 2 siang WITA. Musibah ini sangat mengagetkan warga sekitar, terlebih korban terdampak. Tak tanggung-tanggung, 95 rumah hangus dilahap si jago merah.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Akan tetapi, kerugian mencapai miliaran rupiah dan warga terdampak terpaksa mengungsi di masjid terdekat.

Jumaria (45) merupakan salah satu warga terdampak kebakaran ini. Rumahnya saat ini rata dengan tanah dan satu-satunya harta yang dimilikinya sekarang hanyalah pakaian dikenakan di badan saja. Ia pun mengaku bingung harus berbuat apa.

“Barang-barang enggak ada lagi yang tersisa, termasuk uang yang disimpan di rumah semuanya habis kebakar,” kata Jumaria saat ditemui tim Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Saat kejadian, Jumaria tak bisa berbuat banyak, termasuk menyelamatkan harta benda. Yang ia pikirkan saat itu ialah menyelamatkan diri bersama seluruh keluarga. Sehingga, pakaian yang melekat di badan menjadi aset yang tersisa. Saat malam harinya, Jumaria bersama keluarga dan korban kebakaran lain pun menempati tenda darurat yang beralas tikar saja.

“Saya bingung mau ke mana,” ungkapnya.

Menantikan bantuan

Pascakebakaran, ACT bersama relawan Masyarakat Relawan Indonesia bergerak cepat dengan mendirikan posko kemanusiaan tak jauh dari lokasi kebakaran. Posko kemanusiaan ini menjadi pusat pengumpulan bantuan dan akan disalurkan secara bertahap seluruhnya kepada korban terdampak kebakaran agar merata. Pendataan pun terus berlangusng agar bantuan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan korban terdampak dan tepat sasaran.

“Korban terdampak kebakaran menantikan uluran tangan kita berupa makanan siap santap, bahan makanan pokok, pakaian baru, perlengkapan bayi, tenda, alas, selimut serta bantuan untuk renovasi rumah,” jelas Firman dari tim Program ACT Sulawesi Selatan.

Penyebab kebakaran sendiri diduga berasal dari salah satu rumah warga yang ditinggal pergi penghuninya dalam keadaan memasak, sehingga kompor meledak.  Kejadian ini menyebabkan 397 jiwa terpaksa mengungsi, sebagian besar ke masjid terdekat, atau bertahan di sisa puing rumah mereka walau hanya beralas tikar tanpa atap.[]