Korban Kebakaran Rohingya Butuh Bantuan Kemanusiaan Lebih Lanjut

Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response-ACT menjelaskan, seiring melakukan asesmen, tim tengah menyiapkan bantuan terbaik untuk para korban. “Insyaallah, kami akan terus mendukung bantuan pangan dan mengikhtiarkan pembangunan rumah dengan rangka beton,” jelas Firdaus.

Mitra Aksi Cepat Tanggap membagikan pangan gratis untuk korban kebakaran di Cox's Bazar, Bangladesh, Selasa (24/3/2021). (ACTNews)

ACTNews, COX'S BAZAR – Aksi Cepat Tanggap mendistribusikan makanan siap santap kepada korban kebakaran di Kamp Balukhali, Cox’s Bazar, Rabu (24/3/2021). Distribusi bantuan itu merupakan respons awal dalam membantu pengungsi Rohingya korban kebakaran.

Firdaus Guritno dari Tim Global Humanity Response-ACT menjelaskan, seiring melakukan asesmen, tim tengah menyiapkan bantuan terbaik untuk para korban. “Insyaallah, kami akan terus mendukung bantuan pangan dan mengikhtiarkan pembangunan rumah dengan rangka beton,” jelas Firdaus, Rabu (24/3/2021).

Para pengungsi Rohingya korban kebakaran terancam tidak memiliki hunian layak pada Ramadan yang hanya tinggal dua pekan lagi. Firdaus berharap, kedermawanan dan kebaikan masyarakat Indonesia bisa mengiringi langkah Aksi Cepat Tanggap dalam ikhtiar menyediakan hunian bagi mereka.

“Pengungsi Rohingya korban kebakaran juga terus membutuhkan dukungan kemanusiaan. Kebakaran di Kamp Rohingya Bangladesh semakin menambah penderitaan krisis kemanusiaan para pengungsi Rohingya,” jelas Firdaus,

Lebih dari 17.500 shelter terbakar

Kebakaran yang menghanguskan kamp Balukhali membuat lebih dari 47 ribu jiwa kehilangan hunian. Api membakar salah satu kamp sebelum menyebar ke tiga kamp yang lain, Senin (22/3/2021) sore. Total kebakaran diperkirakan berdampak ke lebih dari 3.700 hektare hunian.


Api bisa dipadamkan enam jam kemudian dengan bantuan pemadam kebakaran dan warga sekitar. Data terbaru menyebutkan, 15 orang meninggal dalam insiden ini dan ratusan lainnya masih dalam pencarian.[]