Korban Keracunan dan Santri Terdampak Covid-19 di Tasikmalaya Terima Bantuan Pangan

Kasus keracunan makanan, penularan virus Covid-19, hingga bencana alam belakangan ini terjadi di Tasikmalaya. Untuk itu, ACT bersama MRI Tasikmalaya terus siaga merespons kebutuhan masyarakat, khususnya dalam urusan pangan.

Korban Keracunan dan Santri Terdampak Covid-19 di Tasikmalaya Terima Bantuan Pangan' photo
Serah terima bantuan pangan dari ACT dan MRI ke salah satu pesantren yang santri saat ini sedang menjalani isolasi mandiri akibat virus Covid-19. (ACTNews/Andrian Maulana)

ACTNews, TASIKMALAYA – Beberapa hari lalu, warga di Mangkubumi, Tasikmalaya mengalami keracunan makanan. Jumlah korbannya tak main-main, mencapai ratusan orang. Mereka mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat dan sebagian dirawat di ruang kelas salah satu sekolah dasar akibat fasilitas kesehatan yang tak mencukupi menampung seluruh pasien. Menurut keterangan petugas puskesmas, korban keracunan makanan terdiri dari anak kecil hingga orang dewasa.

Menanggapi kejadian tersebut, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Tasikmalaya mendistribusi kan bantuan pangan serta air mineral bagi korban keracunan, Senin (12/10). Bantuan pangan diserahkan langsung ke pasien yang sedang dirawat di puskesmas serta bangunan sekolah. “Saat hari kejadian, tim MRI Tasikmalaya langsung melakukan asesmen untuk memastikan kebutuhan korban keracunan,” jelas M. Fauzi Ridwan dari Tim Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tasikmalaya.

Di hari yang sama, tim MRI Tasikmalaya juga mendistribusikan paket pangan bagi beberapa santri di empat pesantren di Tasikmalaya yang dinyatakan positif terpapar virus corona. Saat ini mereka sedang menjalani isolasi mandiri, sehingga aktivitasnya terbatas. Sebanyak 1,5 ton beras, 100 karton air mineral serta multivitamin terdistribusi bagi santri-santri di empat pesantren itu.

“Sebagian besar santri di empat pesantren itu kini menjalani isolasi mandiri sambil menunggu hasil swab test-nya keluar,” tambah Fauzi, Senin (12/10).

ACT bersama tim MRI sendiri selama pandemi ini terus aktif merespons permasalahan sosial dan kemanusiaan. Berbagai bantuan yang disalurkan dermawan melalui ACT, segera didistribusikan oleh tim MRI. Peran mereka pun sangat besar, termasuk saat merespons bencana alam yang beberapa pekan terakhir menerjang Tasikmalaya dan sekitarnya.[]