Kota Batu Berjuang Pulih Pascabanjir Bandang

ACT terus membersamai masyarakat Batu dalam fase pemulihan. Salah satu aksi yang terus dilakukan, ACT membuka dapur umum dan mendistribusikan bantuan pangan hingga 400 porsi per hari. Dapur umum ini dibuka di salah satu rumah warga.

banjir bandang kota batu
Suasana Kota Batu pascabanjir bandang, Senin (8/11/2021). (ACTNews/Rizki Febianto)

ACTNews, MALANG – Empat hari usai diterjang banjir bandang, kondisi sejumlah wilayah di Kota Batu masih cukup memprihatinkan. Sejumlah material masih teronggok dan mengganggu aktivitas warga.

Berdasarkan pantauan ACTNews di lokasi, beberapa material besar yang terbawa saat banjir, masih terdapat di sejumlah titik di Dusun Sambung, Desa Bulukerto, Kota Batu, 

Kepala Cabang ACT Malang, Iqrok Wahyu Perdana, melaporkan, tumpukan tanah dan batu-batu besar yang terseret banjir dikhawatirkan mengganggu masuknya bantuan kemanusiaan. “Kami bersama relawan dan masyarakat sekitar juga sudah melakukan pembersihan sedikit demi sedikit," terangnya, Senin (8/11/2021).

Iqrok juga menjelaskan saat ini para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara para penyintas yang kehilangan rumah masih menumpang di rumah kerabat.

Sejauh ini, lanjut Iqrok, ACT terus membersamai masyarakat Batu dalam fase pemulihan. Salah satu aksi yang terus dilakukan, ACT membuka dapur umum dan mendistribusikan bantuan pangan hingga 400 porsi per hari. Dapur umum ini dibuka di salah satu rumah warga.


Dapur umum ACT di dekat lokasi bencana banjir bandang Malang. (ACTNews/Rizki Febianto)

"Ratusan porsi tersebut biasanya kami distribusikan untuk sarapan pagi, makan siang, dan menjelang malam. Bukan hanya untuk para penyintas, namun juga untuk para pekerja atau relawan yang ikut serta dalam proses pembersihan lumpur dan puing sisa banjir," pungkas Iqrok.[]