Krisis Air Bersih di Gaza: PR Usai Gencatan Senjata

Gempuran zionis Israel ke Gaza menyebabkan 50 persen saluran air rusak. Warga Gaza yang telah mengalami krisis air bersih, kini makin menderita karena jumlah sumber air yang semakin terbatas.

sumber air bersih
Ilustrasi. Sumber air bersih amat penting untuk warga Gaza. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Warga Gaza telah mengalami krisis air sejak lama. Berdasarkan data Visualizing Palestine, warga Palestina di Gaza hanya meminum 90 liter air per hari. Miris, sebab 80 liter di antaranya merupakan air dengan kualitas buruk yang telah terkontaminasi dengan kadar garamnya yang tinggi.

Gempuran zionis Israel selama 11 hari lalu semakin memperburuk keadaan. Berdasarkan data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir 50 persen saluran air di Gaza sudah tidak berfungsi lagi. Gempuran pesawat tempur Israel telah merusaknya. Krisis air bersih pun semakin parah membelenggu warga Palestina di Gaza.

Sekitar 800 ribu warga tidak lagi memiliki akses reguler ke air pipa. Hal ini pun diperparah dengan sistem pembuangan limbah di Gaza yang hancur.

"Meskipun gencatan senjata telah disepakati, masalah-masalah di Gaza masih belum selesai. Salah satu masalah itu adalah krisis air yang masih menyelimuti Gaza. Mereka harus berhemat untuk kebutuhan minum dan sanitasi," ujar Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap, Senin (24/5/2021).

Momen gencatan senjata ini pun disikapi Aksi Cepat Tanggap untuk memasifkan bantuan, termasuk air bersih. Said pun mengajak Sahabat Dermawan di berbagai wilayah untuk dapat memberikan bantuan ke warga Gaza yang tengah dalam proses pemulihan ini. "Lewat bantuan terbaik sahabat dermawan, mari kita berikhtiar menyudahi krisis air ini. Aksi Cepat Tanggap pun menyediakan berbagai program pemenuhan air bersih untuk Gaza, yakni sumur wakaf dan Humanity Water Tank," ujar Said.

Said menjelaskan, Humanity Water Tank Aksi Cepat Tanggap di Gaza bisa memasok hingga 1.000 liter air per hari untuk tiap keluarga. Sementara itu, Sumur Wakaf dibangun dengan kedalaman minimal 50 meter. Sumur Wakaf bisa menghasilkan hingga 10 ribu liter air per jamnya.

Untuk diketahui, krisis air hanyalah satu dari banyak masalah kemanusian yang membelenggu warga Gaza. Masih banyak tantangan pemulihan di Gaza, seperti menyiapkan fasilitas medis memadai, menghilangkan krisis pangan, menyediakan hunian layak, hingga pendidikan yang terbaik untuk anak-anak Palestina.[]