Krisis Air Bersih di Rokan Hulu pun Berlalu

Karena kondisi geologis yang terletak di bukit berbatu, Desa Sei Ubo, Kecamatan Pauh Ranap, Kabupaten Rokan Hulu, seringkali kesulitan mendapatkan air. Air hanya bisa diambil melalui sumur yang dibangun dengan kedalaman 50 meter di bawah tanah.

Krisis Air Bersih di Rokan Hulu pun Berlalu' photo
Warga sedang memanfaatkan air dari Sumur Wakaf untuk berwudu. (ACTNews)

ACTNews, ROKAN HULU – Menuju ke Desa Sei Ubo, Kecamatan Pauh Ranap, Kabupaten Rokan Hulu, berarti menanjak ke dataran tinggi yang berpasir. Daerah ini memang terletak di bukit yang diselimuti oleh bebatuan keras di permukaannya.

Karena kondisi geologis tersebut, diperlukan kedalaman lebih dari sumur-sumur di daerah dataran rendah untuk mendapatkan air bersih. Mesti dengan kedalaman lebih dari 50 meter, baru air bersih dapat mengalir.

Untuk mendapatkan air bersih melalui sumur bor hanya bisa dari sumur kedalaman lebih dari 50 meter. Namun biaya yang dibutuhkan cukup besar, sehingga masyarakat tidak memiliki kemampuan untuk membuat sumur bor sendiri,” kata Moch Nurul Ramadhan dari tim Global Wakaf – ACT.

Mayoritas warga bekerja sebagai petani maupun buruh tani. Dengan merawat tanaman-tanaman sawit milik tuan tanah, per bulannya warga bisa mendapatkan Rp1,5 juta hingga Rp2 juta. Sementara jika ingin membangun sumur yang agak dalam, setidaknya mesti merogoh kocek hingga belasan juta.


Proses awal pembangunan Sumur Wakaf di Desa Sei Ubo. (ACTNews)

Dengan kondisi tersebut, selama ini air bersih hanya dapat diperoleh dari sungai atau sumur gali cincin. Bila kemarau panjang dan kekeringan, pilihan satu-satunya adalah membeli air bersih. Namun, harga yang dipatok cukup mahal, yaitu Rp150 ribu 1.000 liter. “Kadang warga membelinya juga dengan harga Rp6 ribu per jeriken,” cerita Nurul.

Kondisi ini makin sulit dengan kehadiran lahan sawit yang ada di sekitar desa. Sebagaimana diketahui, bahwa adanya lahan sawit menyerap cukup banyak persediaan air di suatu daerah.

Mengatasi kondisi ini, Global Wakaf – ACT membangun satu unit Sumur Wakaf untuk meringankan kesulitan air warga di Desa Sei Ubo. Tepatnya di Musala Ar-Rahman Dusun Sigatal, sebuah Sumur Wakaf lengkap dengan toilet dan toren air selesai dibangun pada Rabu (27/5) silam.

“Alhamdulillah setelah lima bulan pembangunan, Sumur Wakaf untuk warga Desa Sei Ubo selesai kita bangun. Dengan dibangunnya Sumur Wakaf di Dusun Sigatal, Desa Rambah Samo diharapkan dapat menjadi solusi bagi masalah sumber air bersih di san,” harap Nurul.


Warga pun turut antusias menyambut hadirnya Sumur Wakaf di wilayah mereka. Salah satunya Usman yang berterima kasih karena bisa memanfaatkan air bersih dari sumur ini.

“Sumur ini menjadi salah satu sumber air bersih bagi warga kami. Sebelumnya kami hanya bisa manfaatkan air dari aliran sungai. Kami ucapkan terima kasih kepada (wakif) yang sudah membangun, kami mendoakan pahala terus mengalir,” katanya.

Untuk membahagiakan lebih banyak warga seperti Usman, Nurul pun mengajak para wakif untuk ikut serta dalam pembangunan Sumur Wakaf. Sumur ini nantinya akan dibangun di daerah-daerah lain yang kesulitan air seperti halnya Desa Sei Ubo.

“Kita tentu menantikan partisipasi dari para dermawan semua. Semoga kemanfaatan yang didapat warga Desa Sei Ubo bisa menyebar di daerah lain yang masih membutuhkan air bersih,” ujar Nurul. []


Bagikan