Krisis Air Bersih Masyarakat Parit Bekang Terselesaikan

Krisis Air Bersih Masyarakat Parit Bekang Terselesaikan

ACTNews, PELALAWAN - Krisis air bersih yang menimpa warga Parit Bekang, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan akhirnya terpecahkan. Setidaknya, Kamis (17/1) masyarakat Parit Bekang telah memiliki sumber air bersih layak guna. Ini dikarenakan Sumur Wakaf yang mulai dibangun sejak Senin (19/11/2018) sudah dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

Sumur Wakaf tersebut adalah program unggulan dari Global Wakaf - Aksi Cepat Tanggap (ACT). Melalui program Sumur Wakaf, sumur bor dibangun di Parit Bekang. Tidak hanya sumur, Global Wakaf-ACT juga membangun MCK dan tempat wudu. Sumur Wakaf yang dibangun bertempat di Masjid Nurul Iman dari Wakif bernama Futiha Afi.

"Alhamdulillah kami sangat berterima kasih dengan direalisasikannya sumur bor oleh Global Wakaf - ACT di Parit Bekang. Selama ini sumber air yang kita gunakan dari aliran parit bekang ini, keadaannya kecokelatan, sedikit berbau," sebut Zainuddin, Ketua RW Parit Bekang saat ditemui di Masjid Nurul Iman.

Khairudin, warga setempat, menuturkan, air dari aliran sungai tidak sejernih layaknya sungai-sungai di perkampungan. Sungai Bekang, yang membelah wilayah Parit Bekang ini, berwarna kecokelatan sedikit berbau dan berwarna merah.

“Kalau kata Ustaz Abdul Shomad, Masyarakat Teluk Dalam (Nama Kelurahan Teluk Bekang, red) ini kaya-kaya, karena orang di sini mandinya saja air teh," ungkapnya sembari terkekeh. Sebuah humor satir yang lahir dari kondisi serba terbatas di Kelurahan Teluk Bekang. Selama ini sumber air yang ada hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk keperluan memasak masyarakat membeli air minum.

Global wakaf - ACT juga berikhtiar untuk menyelesaikan pembangunan masjid Nurul Iman di Parit Bekang. Pasalnya, kini masjid juga terbengkalai, tapi masyarakat tetap antusias untuk melaksanakan salat berjemaah.

Selama ini, masyarakat sekitar diketahui juga bertani. Namun lokasinya terpencil, perlu 30 kilometer lebih untuk ke sawah. "Keadaan masyarakat di Parit Bekang berbeda jauh dengan di Teluk Dalam pada umumnya. Mereka mengandalkan hasil kelapa untuk mencukupi kebutuhan hidup, tapi sayang harga kelapa jatuh terlalu murah," ungkap Hibban Staf Program Global Wakaf-ACT Riau.

Kondisi ekonomi yang makin sulit di lokasi yang terpencil pun menjadi satu masalah pelik untuk membangun kembali masjid di Parit Bekang. “Kita tahu bagaimana kemampuan mereka, kalau tidak ada bantuan dari pihak luar, kami tak yakin masjid bisa selesai meski dalam waktu yang lama sekalipun," sebut Khairudin, warga Teluk Dalam yang juga Ketua Masjid Al-Amilin. []

Tag

Belum ada tag sama sekali