Krisis Air Bersih Mengawali Ramadan Bangsa Palestina

Bangsa Palestina yang hingga kini masih berada dalam kendali Israel, tidak diberi hak untuk mengakses air bersih

Krisis Air Bersih Mengawali Ramadan Bangsa Palestina' photo

ACTNews, GAZA - Selain tentang serangan udara Israel yang terus menghantam Gaza, bangsa Palestina juga tengah mengalami krisis air bersih di awal Ramadan ini. Padahal memasuki bulan Ramadan, kebutuhan air bersih tak dipungkiri meningkat, demi memenuhi kebutuhan sahur dan berbuka puasa.


Akses memperoleh air bersih adalah hak dasar setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sebagaimana ditetapkan dalam Resolusi Majelis Umum PBB 64/292 pada 28 Juli 2010. Namun, bagi bangsa Palestina, resolusi itu seolah tidak berlaku.


Bangsa Palestina yang hingga kini masih berada dalam kendali Israel, tidak diberi hak untuk mengakses air bersih. Tak hanya di Gaza, fakta serupa juga ditemukan di Tepi Barat. Bangsa Palestina di Tepi Barat tidak mendapat akses untuk menggunakan sumber daya airnya sendiri.


Bahkan bangsa Palestina sampai dipaksa untuk membeli hampir seperempat air bersih kepada Israel. Fakta menyebutkan, Israel telah menggunakan 71 persen sumber air bersih di Tepi Barat atau setara 300 liter per orang. Sementara bangsa Palestina hanya bisa menggunakan 17 persen atau sekitar 72 liter per orang.


Selain karena blokade total yang dilakukan Israel, krisis air bersih juga disebabkan oleh kualitas airnya sendiri. Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis Maret lalu, 97 persen air yang berasal dari tanah Gaza terindikasi gagal memenuhi standar kualitas minimum untuk air minum.


Juga menurut sejumlah organisasi yang telah menemukan fakta serupa, sekiranya hanya kurang dari empat persen air tawar yang dapat diminum bagi bangsa Palestina, sedang air laut tercemar oleh kotoran. Akibatnya, krisis dan pencemaran air menimbulkan dampak berkelanjutan, memunculkan prediksi bahwa Gaza akan menjadi sebuah negara tidak layak huni pada 2020.


Bahkan dampak dari krisis air juga mengenai sistem kesehatan bagi bangsa Palestina. Ya, hampir seluruh rumah sakit dan pelayanan kesehatan di Gaza turut terkena imbas. Kekurangan air bersih hampir terjadi sepanjang hari, padahal rumah sakit menjadi sarana paling penting bagi bangsa Palestina, terutama bagi para pejuang yang menjadi korban saat melakukan aksi perjuangan Great March of Return.  


Mobile Water Tank ACT


Menyampaikan amanah kepedulian masyarakat Indonesia, Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah menyediakan dua armada pengangkut air di Gaza. Armada itu dikenal dengan sebutan Mobile Water Tank ACT, armada yang berperan untuk menyuplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan bangsa Palestina.

Andi Noor Faradiba dari Global Humanity Response - ACT mengatakan, hingga kini dua armada Mobile Water Tank masih beroperasi setiap hari. Bahkan selama Ramadan, dua armada Mobile Water Tank akan mendistribusikan sebanyak 1.600.000 liter air bersih ke seluruh Jalur Gaza.


“Insya Allah, Mobile Water Tank ACT akan menjangkau lebih banyak titik wilayah di Jalur Gaza yang membutuhkan pasokan air bersih. Harapannya, kami bersama masyarakat Indonesia dapat mengurangi beban bangsa Palestina selama Ramadan di tengah segala krisis yang terjadi” tutur Faradiba. []

Bagikan