Krisis Air Bersih, Warga Lombok Timur Terima 105.000 Liter Air

Kemarau ini, sejumlah warga di Kabupaten Lombok Timur semakin kesulitan air bersih. Meredam krisis tersebut, ACT NTB mulai mendistribusikan ribuan liter air ke desa-desa di kabupaten tersebut.

Krisis Air Bersih, Warga Lombok Timur Terima 105.000 Liter Air' photo

ACTNews, LOMBOK TIMUR – ACT bersama BPBD Kabupaten Lombok Timur melepas 21 truk tangki air bersih dengan total muatan 105. 000 liter air, Kamis (22/8). Truk tangki tersebut mendistribusikan air bersih di setiap dusun yang mengalami kesulitan air bersih di Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/8).

Acara seremonial itu dilaksanakan di Masjid Al Muntaha, Dusun Turuk, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru dan diawali dengan sambutan dari BPBD, Kepala Desa Sekaroh, serta ACT NTB. Dalam sambutannya, Lalu Habib selaku perwakilan BPBD Lombok Timur, mengungkapkan, kolaborasi yang digagas ACT dan BPBD Lombok Timur menjadi kolaborasi yang baik dalam membantu masyarakat. “ACT sebagai NGO (non-governmental organization) terjun langsung membantu masyarakat. Aksi ini sangat membantu pekerjaan BPBD, harapannya kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut,” ungkap Habib.

Di sisi lain, Mansur selaku Kepala Desa Sekaroh menjelaskan, kondisi warganya yang memprihatinkan. Menurut cerita Mansur, warga harus mengeluarkan biaya untuk membeli air bersih untuk minum dan mencuci, sedangkan untuk mandi warganya masih mengandalkan sumur-sumur galian yang airnya payau.


Kepala Cabang ACT NTB Lalu Muhammad Alfian mengungkapkan, distribusi air bersih di Desa Sekaroh telah dimulai sejak awal Juni. Sebanyak 21 tangki air bersih  yang diluncurkan ACT NTB Kamis (22/8) itu melengkapi ikhtiar rangkaian distribusi air yang telah dilakukan ACT sejak gempa Lombok setahun lalu.

“Kami berharap, dengan pelepasan armada air bersih dalam jumlah besar kali ini dapat menggugah masyarakat untuk membantu. Semoga lebih banyak masyarakat yang tergerak membantu saudara yang membutuhkan, baik dalam bentuk sedekah air, donasi air atau sumur wakaf,” kata Alfian.

Selain di Kecamatan Jerowaru, kekeringan juga dialami warga Desa Sajang, Kecamatan Sembalun. Sejak Maret lalu, ACT NTB pun terus memasok air bersih di desa tersebut. Selain di Lombok Timur, menurut asesmen tim ACT NTB, kesulitan air bersih turut dirasakan warga Sekotong, Lombok Barat dan Jeringo, Lombok Utara.

Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan level ekstrem. Sejumlah daerah tercatat tidak turun hujan lebih dari 90 hari. Kondisi ini memiliki dampak lanjutan terhadap pertanian dan kekurangan air bersih.

Sejauh ini, ACT telah merespons dengan melakukan distribusi air bersih, ACT pun menargetkan distribusi 2,1 juta liter air bersih di 28 cabang kantor ACT dengan total 500.000 penerima manfaat per hari. Dalam kurun empat bulan terakhir juga, ACT telah memproses kurang lebih 1.400 sumur wakaf di seluruh Indonesia.[]

Bagikan