Krisis Air, Penyakit Leishmaniasis Hantui Ribuan Pengungsi Suriah

Belasan ribu kasus penyakit leishmaniasis ditemukan pada pengungsi di timur laut Suriah. Minimnya air bersih untuk menjaga kebersihan, menjadi penyebabnya.

penyakit leishmaniasis di suriah
Anak pengungsi Suriah yang menderita leishmaniasis. (Dokumen istimewa)

ACTNews, SURIAH – Puluhan ribu warga yang bermukim di timur laut Suriah hidup di bawah kondisi yang tak manusiawi. Kini, mereka berisiko terjangkit parasit leishmania yang menyebabkan penyakit menular leishmaniasis. Kasus ini disebabkan air bersih yang minim.

Sejumlah organisasi kemanusiaan memperkirakan ada 17 ribu kasus penyakit leishmaniasis di timur laut Suriah. Jumlahnya diperkirakan meningkat ketika musim panas tiba karena jumlah pasokan air yang semakin menipis.

Leishmaniasis memiliki nama lain kala azar. Penyakit ini disebabkan gigitan agas (phlebotomus), sebuah serangga kecil yang biasanya terdapat di perairan seperti tepi laut dan sungai. Serangga tersebut membawa parasit protozoa. Ia berkembang biak di dalam tubuh manusia dan berakibat pada infeksi yang serius.

Meski terdapat beberapa jenis leishmaniasis, jenis cutaneous leishmaniasis adalah yang paling sering muncul. Penyakit ini menyebabkan luka pada kulit seperti bisul pada bagian tubuh yang mudah terlihat. Luka ini juga meninggalkan bekas hingga terkadang menyebabkan cacat kulit yang serius.

Selain penyakit leishmaniasis, sejumlah organisasi kemanusiaan juga menyebut ada 56.000 kasus diare akut di timur laut Suriah. Penyebabnya masih sama, yakni minimnya air bersih dan buruknya sanitasi bagi para pengungsi.

“Kelangkaan air menambah penderitaan pengungsi di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat hidup lebih sulit bagi keluarga untuk bertahan hidup,” ujar Mohammad dari Kantor Mercy Corps Suriah.

Sementara itu, salah satu pengungsi, Jihane (37) menceritakan krisis air sangat berdampak buruk pada kesehatan keluarganya. Jihane tinggal bersama suami dan tiga anaknya di kamp pengungsi Al Hol. Ia mengatakan, putrinya yang berusia enam tahun, Zaina,  jatuh sakit. Dokter yang merawatnya pun mengatakan penyakit Zaina disebabkan karena buruknya kualitas dari air yang Zaina minum.

“Ketika saya membawanya ke rumah sakit, ada lebih dari 10 hingga 12 kasus yang menderita gejala yang sama. Bahkan ada seorang anak laki-laki di sana yang situasinya kritis," katanya.

Jihane dan keluarganya telah mengungsi karena konflik berkepanjangan di Suriah. Ia menceritakan, keluarganya sangat sulit memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Termasuk untuk konsumsi, mencuci piring, hingga memandikan anak-anaknya.[]