Krisis Air, Warga Desa Sidowangi Konsumsi Air Endapan

Sejak 1990, warga Desa Sidowangi, Kabupaten Banyuwangi, terbiasa mengonsumsi air endapan sungai yang kurang layak. Pada kemarau ini, warga Desa Sidowangi hanya bisa mengandalkan air endapan tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

Krisis Air, Warga Desa Sidowangi Konsumsi Air Endapan' photo

ACTNews, BANYUWANGI - Kekeringan yang melanda Pulau Jawa mengakibatkan krisis air bersih di sebagian besar wilayah, khususnya yang memiliki kondisi alam bertanah tandus dan bebatuan. Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi adalah salah satunya. 

Selama ini, warga Desa Sidowangi mendapatkan pasokan air dari Sungai Kebun Pasewaran. Lokasinya 12 kilometer dari rumah warga. Air dialirkan melalui pipa dan diendapkan di penampungan air warga. Padahal kondisi air dari Sungai Pasewaran sangat tidak layak digunakan karena bekas memandikan ternak dan kegiatan MCK warga. Sehingga, air berwarna keruh dan harus diendapkan sebelum digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, maupun konsumsi. 

Rumila, salah satu tokoh masyarakat Desa Sidowangi menjelaskan bahwa sebelum adanya pipa tersebut, warga juga harus berjalan ke sungai dan mengambil air yang juga tidak layak konsumsi itu. “Sejak tahun 1990 warga sudah pakai air kotor ini. Warga banyak yang mengeluh sakit perut dan sakit yang lain karena air di atas (gunung) dipakai untuk memandikan bebek dan sapi. (Dan ketika sampai) di bawah, diminum oleh warga. Pemakai air itu sekitar 250 KK. Oleh karenanya ,kita sangat butuh sekali bantuan suplai air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak” ungkap Rumila, Senin (21/7).

Camat Wongsorejo Sulistyorini menjelaskan bahwa daerah Banyuwangi bagian utara yang paling parah terdampak kekeringan adalah Desa Bengkak, Alasbuluh, dan Sidowangi. “Di Kabupaten Banyuwangi, kekeringan yang cukup berat dialami oleh masyarakat Desa Bengkak, Desa Alasbuluh, dan Desa Sidowangi di Kecamatan Wongsorejo ini,” terang Sulistyorini.

Desa Sidowangi dan Desa Alasburuh pun menjadi wilayah sasaran pendistribusian air bersih oleh ACT Jember pada Senin (21/7). Sebanyak 15 ribu liter air bersih didistribusikan ke dua desa tersebut. Kegiatan itu merupakan kerja sama antara ACT Jember, PUDAM Kabupaten Banyuwangi, dan BPBD Kabupaten Banyuwangi.


Kepala Cabang ACT Jember M.R. Warang Agung dalam kunjungannya  ke Desa Sidowangi mengatakan, ke depan diharapkan ada solusi yang lebih tepat dan berdampak jangka panjang untuk dapat memenuhi kebutuhan air bersih warga. Hal ini perlu karena bila terus menerus menggunakan air yang tidak layak, dikhawatirkan menimbulkan penyakit yang akan mengganggu kehidupan warga.

“Bila warga terus menerus mengkonsumsi air penampungan ini dikhawatirkan akan lebih banyak penyakit yang menyerang warga. Untuk itu, pembangunan sumur bor untuk warga Dusun Pancoran Desa Sidowangi wajib  diusulkan dan diperjuangkan. Sehingga, kebutuhan air tidak harus mengandalkan dari luar daerah apalagi dari sungai yang kotor,” jelas Warang Agung.

Selain Kabupaten Banyuwangi, ACT Jember berencana mendistribusikan air bersih ke daerah terdampak kekeringan di kabupaten lainnya, di wilayah kerja ACT Jember. “Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di  Banyuwangi saja, tapi juga di Kabupaten Lumajang, Situbondo, Probolinggo, Bondowoso, dan Jember. Hal ini mengingat di daerah ujung timur Pulau Jawa ini diperkirakan terkena dampak kekeringan paling parah,” tutup Warang Agung. []

Bagikan