Krisis Bahan Bakar Hentikan Pembangkit Listrik Utama Lebanon

Listrik di Lebanon padam total akibat krisis bahan bakar. Segelintir orang yang mampu menggunakan genset, sementara yang lain hanya mengandalkan lilin sebagai penerangan. Ketiadaan listrik juga berdampak pada pelaku usaha.

krisis bahan bakar lebanon
Krisis bahan bakar menyebabkan listrik di Lebanon padam total. (Getty Images/Spencer Platt)

ACTNews, LEBANON – Lebanon mengalami pemadaman listrik total setelah dua pembangkit listrik utamanya mati karena kehabisan bahan bakar, Sabtu (9/10/2021). Gelap gulita menyelimuti Lebanon pada malam hari. Cahaya hanya datang dari lilin, senter yang menggunakan baterai, atau cahaya dari lampu kendaraan yang beberapa kali melintas.

Perusahan listrik negara Lebanon, Electricite du Liban (EDL), pada September telah memperingatkan bahwa Lebanon akan mengalami pemadaman total pada bulan Oktober. Sebab, perusahaan tersebut tidak dapat menghasilkan minimum 600 megawatt yang dibutuhkan setiap hari agar jaringan listrik berfungsi dengan baik.

Krisis bahan bakar ini pun sangat mengganggu kehidupan sehari-hari warga Lebanon. Mereka sekarang hanya bergantung pada generator swasta. Suara keramaian warga di malam hari, kini berganti dengan suara berisik generator yang juga mengeluarkan asap tebal. Imbasnya, udara di kota-kota Lebanon dipenuhi asap yang memiliki bau menyengat.

Harga generator swasta ini pun sangat mahal. Hanya segelintir orang yang mampu memilikinya. Sementara warga yang tidak mampu hanya mengandalkan lilin untuk penerangan.

Usaha warga yang bermodalkan listrik juga mengalami kerugian besar. Mohammad Kichly, salah satu tukang cukur di Lebanon mengatakan, usahanya sangat sulit berkembang dalam beberapa bulan terakhir. Listrik yang terbatas membuat AC di ruangannya mati. Ruang cukur jadi sangat panas dan pelanggan tidak ada yang datang. Sementara saat ini, ketika listrik padam total, Kichly tidak bisa melakukan isi ulang daya terhadap alat cukurnya.

Di seberang toko tukang cukur Kichly, Rami Hussein memiliki toko kelontong kecil. Namun dalam beberapa bulan terakhir dia harus memangkas habis beberapa produk karena lemari pendingin tidak berfungsi sehingga basi.

“Saya tidak lagi menjual produk susu, terlalu berisiko. Bayangkan jika salah satu pelanggan saya, yang juga tetangga saya, keracunan makanan karena mereka memakan keju basi yang dibeli dari toko saya. Jika ingin lemari pendingin saya tetap berjalan dengan generator, saya harus mengeluarkan modal yang jauh lebih besar ketimbang keuntungan saya. Itu tidak mungkin,” jelasnya.

Penutupan jaringan listrik terjadi di tengah krisis ekonomi yang menghancurkan Lebanon. Di mana mata uangnya, Pound Lebanon kehilangan lebih dari 90 persen nilainya dalam waktu kurang dari dua tahun. Berbagai komoditas mengalami kenaikan harga yang sangat tinggi. Bahkan, harga pangan meroket hingga 404 persen.[]