Krisis Bahan Bakar Imbas Konflik Rusia-Ukraina, Bagaimana Nasib Pengungsi Yaman?

Kenaikan harga minyak dunia membawa dampak mengerikan bagi Yaman. Kenaikan bahan bakar minyak juga berbuntut langsung pada kenaikan harga roti.

krisis bahan bakar yaman
Ilustrasi. Kenaikan harga minyak dunia membuat krisis di Yaman semakin parah. (IRIN/lmigdad Mojalli)

ACTNews, YAMAN – Harga minyak dunia terus bergerak naik setelah konflik antara Rusia dan Ukraina mengudara Februari lalu. Kenaikkan telah mencapai lebih dari 30 persen. Harga diperkirakan akan terus naik seiring sanksi dari negara-negara barat ke Rusia. Angka tersebut menjadi kenaikan harga minyak tertinggi sejak tahun 2008.

Kenaikan harga minyak ini pun sangat berdampak ke banyak negara, termasuk Yaman yang telah lama menghadapi krisis bahan bakar selama bertahun-tahun. Antrean kendaraan berhari-hari mengisi bahan bakar di sejumlah pom bensin di Sanaa.

Bahkan, pada Senin (7/3/2022), ribuan warga Yaman di Kota Sanaa, Sa'ada, Hajjah, Taizz, Amran, al-Jawf, Ibb, dan al-Bayda, turun menggelar aksi terkait kekurangan pasokan bahan bakar.

Ahli pasar energy Hashem Akel mengatakan, beberapa negara, termasuk Yaman, akan sangat menderita akibat harga minyak yang tinggi. Sebab, harga minyak sangat menentukan peningkatan biaya hidup dan tingkatan inflasi.

"Banyak negara di dunia terancam kerusuhan sosial karena harga minyak yang tinggi. Hal Ini akan menyebabkan kenaikan harga makanan pokok dan produk sayuran." ujar Hashem dilansir dari Middle East Eye.

Hashem menjelaskan, kenaikan bahan bakar minyak juga berbuntut langsung pada kenaikan harga roti. Roti adalah makanan pokok bagi jutaan warga dan pengungsi Yaman.

"Harga minyak akan mempengaruhi harga roti karena biaya transportasi gandum akan meningkat, yang dapat menyebabkan kerusuhan," kata Hashem. []