Krisis Tak Kunjung Usai, Jutaan Warga Yaman Kelaparan saat Ramadan

Konflik di Yaman menyebabkan krisis berkepanjangan. Warga muslim di Yaman pun kesulitan mendapatkan makanan untuk bersantap sahur dan berbuka puasa.

Salah satu anak di Yaman tengah jalani pemeriksaan kesehatan oleh relawan ACT. (ACTNews)
Salah satu anak di Yaman tengah jalani pemeriksaan kesehatan oleh relawan ACT. (ACTNews)

ACTNews, YAMAN – Yaman saat ini bagai telur yang berada di ujung tanduk. Konflik yang telah terjadi selama lebih dari enam tahun telah menyebabkan krisis berkepanjangan. Jutaan orang kelaparan. Berdasarkan data dari Word Food Pragramme, sekitar setengah dari semua anak di bawah usia lima tahun di Yaman, terancam mengalami kekurangan gizi akut.

Kondisi diperparah dengan penyebaran Covid-19 di Yaman yang kian meluas. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia, jumlah kasus Covid-19 terus meningkat. Per Selasa, 20 April lalu, ada lebih dari lima ribu kasus positif Covid-19 di Yaman.

Akibat Covid-19, kemiskinan semakin merajalela. Harga berbagai kebutuhan hidup mengalami kenaikan. Warga Yaman pun makin kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk di Ramadan ini. Makanan untuk sahur dan berbuka pun menjadi amat sulit.

Para pengungsi yang menghuni kamp di Ibu Kota Yaman, Sana’a misalnya, untuk sekadar membeli kurma agar mereka bisa berbuka puasa saja tidak sanggup. Menahan lapar bagai sudah jadi kebiasaan bagi mereka.

“Kehidupan kami di sini sangat sulit. Di Ramadan ini, terkadang kami tetap menahan lapar meski waktu berbuka puasa sudah tiba. Di kamp ini juga banyak anak yatim yang tidak memiliki seseorang untuk menafkahi mereka,” ujar Fatima, salah satu pengungsi di Sana’a, Kamis (15/4/2021).

Untuk itu, Amir Firdausi dari Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap mengajak sahabat dermawan, untuk turut membantu meringankan beban saudara muslim yang tengah kesulitan di Yaman. Menurut Amir, bantuan pangan akan sangat berarti untuk muslim di Yaman, agar mereka bisa tetap bersantap sahur dan berbuka dengan hidangan yang layak dan bernutrisi.

“Bulan Ramadan adalah kesempatan terbaik untuk beramal, Banyak amalan yang bisa dilakukan dapat menuai ganjaran yang luar biasa. Dengan kita memberi makan seseorang untuk berbuka puasa, kita pun akan mendapatkan pahala berpuasa. Maka sudah sepantasnya kesempatan itu tidak terlewatkan,” ujar Amir.[]