Kruk dan Kursi Roda bagi Para Penyintas Gempa

Kruk dan Kursi Roda bagi Para Penyintas Gempa

ACTNews, LOMBOK UTARA – Lebih dari sebulan silam, Rabu (5/8), guncangan berkekuatan 7,0 SR meluluhlantakkan Lombok Utara. Gempa yang terjadi selepas Isya itu merenggut paling sedikit 471 jiwa dan ratusan ribu orang luka-luka.

Sumartini adalah salah satu kisah dari puluhan penyintas gempa yang mengalami disabilitas gerak. Ia mengalami cidera patah tulang akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Keterbatasan gerak yang ia alami membuat langkahnya untuk bangkit sempat tersendat.

 “Saat saya sehabis salat Isya, tiba-tiba gempa terjadi. Saya sudah tidak bisa lari, suami saya juga sama. Kami tertimpa tembok bangunan yang runtuh, mengakibatkan kaki saya patah,” ujar Sumartini.

Serupa dengan Sumartini, Masni ibu berusia 60 tahun itu juga mengalami luka sobek di bagian paha kanannya. Bersyukur, Masni segera dilarikan tim SAR ke Posko Marinir di Pelabuhan Carik, Lombok Utara, guna mendapatkan penangan pertama. “Langsung dibawa ke Posko Marinir, ditangani dulu, setelah itu langsung dijahit lukanya. Tapi sampai sekarang belum kering luka ibu, sulit untuk berjalan,” begitulah keadaan Masni saat ini, sebagaimana diceritakan Siti Kamariah, anaknya.

Para penyintas gempa tidak sendirian. Mereka tidak boleh dibiarkan dalam keterpurukan. Menanggapi hal tersebut, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Z900 Baika mempersembahkan bantuan alat gerak untuk para penyintas gempa yang mengalami disabilitas gerak, bantuan ini berupa kruk dan kursi roda.

“Kami berusaha untuk menjangkau para penyintas gempa yang membutuhkan bantuan.  Kami utamakan untuk penyintas di sembilan Posko Emergency Rescue ACT. Implementasi bantuan alat gerak berada di Kecamatan Pemenang, Tanjung, Gangga, dan Kayangan.  Rata-rata yang tersisa adalah para penyintas yang berada di pedalaman, jauh dari pusat kota. Lokasi Implementasi sesuai dengan dampak gempa terparah,” ungkap Koordinator Mobile Social Rescue (MSR) Nurjannatun Naim, Sabtu (15/9).

Para penerima manfaat pun merasa gembira dengan alat bantu gerak yang mereka terima. “Ini (bantuan alat bantu gerak) sangat membantu kami untuk bangkit dari keterpurukan gempa,” ujar Rahim salah satu penerima manfaat di Kecamatan Gangga.

Gempa besar memang sudah berlalu, namun dampaknya masih meninggalkan pilu. MSR-ACT akan senantiasa bergerak menjangkau para penyintas yang membutuhkan pertolongan. []

Tag

Belum ada tag sama sekali