Kue Qatayef, Makanan Khas Palestina Selama Ramadan

Warga Palestina punya tradisi spesial dalam menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Salah satunya membuat hidangan khas Ramadan, yakni kue qatayef.

kue qatayef palestina
Kue qatayef, kudapan khas Palestina saat Ramadan. (Dok. Taste of Palestine)

ACTNews, GAZA – Sejumlah negara memiliki panganan ‘istimewa’ yang hanya bisa ditemukan ketika bulan Ramadan. termasuk di Palestina. Setiap Ramadan ada makanan khas yang di sebut qatayef. Kue yang memiliki bentuk seperti bulan sabit ini memiliki rasa yang manis dan banyak disukai warga Palestina, baik itu di Gaza, Tepi Barat, hingga Yerusalem.

Meski ada banyak jenis makanan penutup yang berlimpah di bulan Ramadan, qatayef tetap menjadi primadona. Qatayef disukai banyak orang karena mudah dibuat tidak terbatas pada kelas masyarakat tertentu

Dikutip ACTNews dari berbagai sumber, qatayef dibuat dari adonan tepung semolina atau terigu yang diberi ragi, gula, garam dan air hangat. Kue qatayef biasanya diisi oleh beberapa isian yang seperti kacang-kacangan, keju, kismis, hingga krim.

Terdapat beberapa cara untuk membuat Qatayef. Ada yang digoreng, maupun dipanggang. Biasanya proses penggorengan atau pemanggangan hanya dilakukan cukup 10 menit. Setelah dipanggang atau digoreng, qatayef akan dicelupkan ke dalam sirup gula selama beberapa saat sebelum disajikan.

Qatayef dianggap ‘ratu makanan penutup’ bagi warga Palestina yang puasa di bulan suci Ramadan. Kue ini dianggap memiliki nilai gizi tinggi dan banyak diminati, baik itu di musim panas maupun musim dingin. Penjual Qatayef banyak berjejer di pinggir-pinggir jalan, terutama di pasar tradisional selama Ramadan.


Warga Gaza tengah membuat kue qatayef. (Xinhua/Khaled Omar)

Kue ini disebut telah ada sejak zaman Kekhalifahan Abbasi, 566-653 M. Qatayef disebut dalam buku masak abad ke-10 yang berjudul “Kitab Al-Tabih” (The Book of Dishes) oleh Ibn Sayyar al-Warraq. Buku ini kemudian diterjemahkan oleh Nawal Nasrallah dengan judul “Annals of the Caliphs' Kitchens”.[]