Kurban 2020 buat Mualaf di Bangka kembali Menikmati Lezatnya Daging Kurban

Iduladha 2020 menjadi tahun yang mengesankan bagi mualaf Dusun Pohin dan Air Jaya di Bangka. Setelah 5 tahun, akhirnya mereka bisa kembali merasakan nikmatnya daging kurban.

qurban untuk mualaf
Warga mualaf Dusun Pohin tersenyum usai menerima daging kurban Global Qurban - ACT Bangka Belitung. (ACTNews)

ACTNews, KABUPATEN BANGKA – Tahun 2020 menjadi tahun yang indah bagi warga mualaf Dusun Pohin dan Air Jaya, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Pasalnya pada tahun lalu mereka bisa kembali menikmati lezatnya daging kurban. Kali terakhir mereka bisa menikmati daging kurban yaitu pada tahun 2015 silam. 

Kerinduan akan nikmatnya daging kurban diungkapkan seorang mualaf Dusun Pohin, Vivi. Menurutnya, kebersamaan dan semarak berkurban saat Iduladha hilang karena belum ada warga yang sanggup untuk berkurban lagi sejak 2015. Sehingga ia bangga saat ada hewan kurban yang disembelih di daerahnya. 

“Kami ingin sekali merasakan kembali menerima atau menikmati daging kurban yang dulu pernah kami rasakan bersama di sini,” kata Vivi usai menerima daging kurban dari Global Qurban ACT 2020 lalu. 

Program Implementator ACT Bangka, Bobby Bagaskara, menerangkan bahwa Dusun Pohin dan Air Jaya menjadi wilayah yang masuk dalam peta pendistribusian daging kurban Global Qurban-ACT Bangka Belitung 2020 karena sekitar 550 KK masyarakat di kedua dusun tersebut adalah mualaf prasejahtera. Mereka berpenghasilan menengah ke bawah dengan mata pencaharian petani lada, karet, dan bahkan pekerja serabutan.

“Menentukan wilayah pendistribusian yang tepat sasaran menjadi salah satu poin penting bagi Global Qurban - ACT dalam menunaikan amanah pendistribusian daging kurban kepada yang paling membutuhkan. Standar itu akan diterapkan juga saat pendistribusian kurban di tahun ini,” kata Bobby, Sabtu (26/6/2021). 

Proses penyembelihan kurban 2020 dilaksanakan di Masjid kayu Al-Bina Desa Sempan. Tempat ini dipilih karena menjadi sentral kegiatan keagamaan mualaf. Pengurus Masjid kayu Al-Bina, Ustaz Zulfian, mengatakan, pemahaman warga mualaf yang ada di kecamatan Pemali mengenai agama masih minim. “Perhatian umat muslim terhadap para mualaf dirasakan masih sangat kurang. Melalui kehadiran Global Qurban - ACT, para mualaf merasa diperhatikan,” ungkapnya. []