Kurban Dermawan Sapa Ribuan Warga Prasejahtera di Jakarta Selatan

Sekitar enam ribu warga prasejatera di Jakarta Selatan menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT. Mayoritas penerima adalah pekerja harian lepas yang terdampak pandemi Covid-19, baik itu berupa pengurangan penghasilan, hingga terkena PHK.

global qurban act
Warga prasejatera di Jakarta Selatan menerima daging kurban dari Global Qurban-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA SELATAN – Sejak hari raya Iduadha pada hingga tiga hari tasyrik ke depannya, tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jakarta Selatan bersama Global Qurban terus memasifkan distribusi daging kurban. Menyasar warga prasejatera di Jakarta Selatan, Global Qurban-ACT membagikan ribuan paket daging kualitas terbaik dari hewan kurban Sahabat Dermawan.

Muhammad Albar dari tim program ACT Jakarta Selatan menerangkan, pendistribusian daging terbagi di lima kelurahan  di Jakarta Selatan. Di antaranya yaitu, kelurahan Petogokan, Pasar Manggis, Jagakarsa, Lenteng Agung, dan Cipete Utara. Setidaknya 6 ribu warga prasejahtera turut merasakan manfaat dari aksi ini.

“Rata-rata penerima adalah warga prasejahtera yang terdampak pandemi Covid-19. Mereka ada pekerja harian lepas yang penghasilnya jauh berkurang selama pandemi. Bahkan beberapa juga terpaksa terkena pemutusan hubungan kerja sebab perusahannya sedang ada pengurangan karyawan,” ujar Albar, Ahad (25/7/2021).

Lebih lanjut, Albar menuturkan, distribusi daging kurban amat disyukuri oleh para penerima manfaat. Mereka rata-rata jarang sekali bisa menyantap makanan olahan daging di kesehariannya. Daging menjadi santapan yang amat mewah bagi mereka.

Nita salah satunya. Wanita single parents yang merupakan pekerja lepas ini menuturkan, biasanya ia hanya dapat makan daging saat ada tetangganya yang memberi. Jika tidak, sehari-harinya ia hanya makan makanan ala kadarnya untuk mengenyangkan perut Nita dan anak-anaknya. “Allhamdulillah senang banget bisa dapat daging. Terima kasih untuk teman-teman Global Qurban-ACT. Semoga tahun depan ada aksi kurban lagi di sini. Biar bisa makan daging lagi,” harap Nita. []