Kurban di Gaza, Sebuah Ikhtiar Meredam Kelaparan

Daging kurban dibagikan untuk ribuan pengungsi internal dan masyarakat prasejahtera di Gaza. Kurban-kurban itu adalah amanah pekurban di Indonesia.

Kurban di Gaza, Sebuah Ikhtiar Meredam Kelaparan' photo
Anak-anak di Kota Gaza secara simbolis menerima daging kurban. (ACTNews)

ACTNews, GAZA – Jalur Gaza merupakan tanah seluas 225 kilometer persegi yang didiami sepertiga penduduk Palestina. Salah satu wilayah urban terpadat di dunia ini menjadi tujuan Global Qurban – Aksi Cepat Tanggap pada Iduladha tahun ini. Ribuan kepala keluarga dari berbagai kamp pengungsian dan permukiman menjadi penerima manfaat daging kurban.

Said Mukaffiy dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap menjelaskan, Gaza menjadi salah satu wilayah penting dalam distribusi bantuan kemanusiaan ACT, termasuk saat kurban bersama Global Qurban – ACT.

“Distribusi daging kurban menjadi ikhtiar kita semua untuk mengurangi kekurangan pangan di Gaza. Dua dari tiga penduduk Gaza hidup mengungsi di tanah sendiri. Mereka harus menghadapi kesulitan hidup bertubi-tubi, seperti blokade yang memicu kesulitan ekonomi. Tidak heran jika persentase kemiskinan mencapai lebih dari setengah populasi di Jalur Gaza. Mereka pun tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan dasar,” jelas Said, Kamis (6/8).


Anak-anak di Kota Gaza secara simbolis menerima daging kurban. (ACTNews)

Daging kurban dibagikan kepada penduduk Gaza mulai dari Kota Gaza, Jabalia di Utara, hingga Kahn Yunis dan Rafah di dekat perbatasan Mesir. Penyembelihan dilakukan di rumah potong hewan dan didistribusikan langsung oleh relawan dari rumah ke rumah dengan standar kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Usai kurban, kata Said, ikhtiar membantu Palestina akan terus dilakukan. Hingga kini, sebagian besar warga Palestina bergantung pada bantuan kemanusiaan internasional.

“Warga Palestina di Jabalia misalnya, mereka membutuhkan bantuan internasional untuk bertahan hidup.Tingkat pengangguran wilayah ini lebih dari 50 persen dan tingkat kemiskinan lebih dari 70 persen. Sebagian besar warganya hidup di rumah beton dan tidak selesai. Rawan pangan menjadi hal yang umum di wilayah ini. Sebab itu, usai kurban ini kami berharap semangat kita untuk membantu Palestina terus terjaga. Sedekah dari sahabat dermawan yang terus membersamai mereka menjadi penguat perjuangan,” katanya.[]

Bagikan