Kurban Menyapa Muslim Minoritas Vietnam

Muslim menjadi komunitas kecil di Vietnam. Tak setiap tahun juga mereka bisa menikmati daging kurban. Untuk itu, sejak beberapa tahun lalu Global Qurban - ACT menyapa muslim di sana dengan mendistribusikan hewan kurban dari dermawan Indonesia.

Kurban Menyapa Muslim Minoritas Vietnam' photo
Penduduk Vietnam mencacah sapi yang disembelih saat perayaan Iduladha. Sapi tersebut merupakan kurban masyarakat yang disalurkan melalui Global Qurban. (ACTNews)

ACTNews, HO CHI MINH – Di Vietnam, tepatnya Kota Ho Chi Minh, muslim menjadi bagian kecil dari komunitas-komunitas penduduk lain yang besar di sana. Mereka melanjutkan kehidupan bersama penduduk beragama lain. Walau begitu, harmoni kehidupan terjalin di sana, masyarakatnya saling berdampingan tanpa adanya konflik besar yang mengatasnamakan agama.

Di Ho Chi Minh, penduduk muslim tinggal di beberapa titik. Keadaan mereka pun tak semua sejahtera. Pendidikan yang rendah serta profesi dengan gaji rendah seakan fenomena. Dari penuturan mitra Global Qurban - ACT yang ada di sana, gelombang urbanisasi terjadi. Tujuannya untuk memperbaiki keadaan ekonomi. “Gelombang perpindahan itu terjadi karena minimnya kesempatan kerja di pedesaan,” jelas Mohamad Dod pada Agustus 2019 lalu.

Pada Agustus 2019 lalu, Global Qurban - ACT menyapa muslim Vietnam dengan sajian daging kurban. Sapi-sapi terbaik dari pekurban Indonesia disembelih di sana. Sebanyak 750 jiwa menikmati daging di Hari Raya Iduladha tahun 2019 di Vietnam. Mereka yang menerima merupakan komunitas muslim yang tersebar di beberapa titik di Ho Chi Minh. Penduduk muslim di sekitar Masjid Jamia Al Sa’adah di Distrik 6, Masjid Jamiul Islamiyah- My Tho, Tien Giang, serta mereka yang tinggal di wilayah kota yang jauh komunitas muslim lainnya dan masjid menjadi target utama penerima daging kurban.

Mohamad menambahkan, para penerima daging tersebut merupakan muslim yang kondisi ekonominya prasejahtera. Ketika Iduladha datang, mereka sangat jarang mendapatkan daging, kecuali jika ada dermawan yang memang mengalokasikannya untuk komunitas muslim di sana. Dan, di tahun 2019 lalu Global Qurban hadir untuk mereka, bukan sebatas menghadirkan daging sebagai bahan pangan, tapi juga penyemangat sesama muslim untuk terus melanjutkan kehidupan sebagai minoritas.

Mohamad Asary, salah satu warga yang tinggal di sekitar Masjid Jamiul Islamiyah-My Tho, Tien Giang mengungkapkan terima kasihnya ke atas daging kurban yang ia terima. Ia merasa bahagia karena mendapat perhatian dari komunitas muslim di Indonesia yang menyalurkan kurbannya melalui Global Qurban - ACT. “Terima kasih telah memperhatikan kami,” ungkapnya, Agustus 2019 lalu.

Iduladha tahun ini, Global Qurban - ACT akan kembali mengirim hewan kurban untuk muslim prasejahtera di Vietnam. Sukorini selaku Koordinator Program Global Qurban - ACT mengungkapkan, meluas dan menyebarnya manfaat kurban tak lepas dari peran serta masyarakat. Apalagi di tengah pandemi ini, warga di berbagai belahan dunia sangat membutuhkan bantuan. “Global Qurban - ACT sebagai penyalur kurban akan mendistribusikan daging kurban ke masyarakat prasejahtera, tertimpa bencana, serta warga terdampak pandemi sebagai hadiah di Hari Raya Kurban,” jelasnya, Rabu (22/7).[]