Kurban Terbaik untuk Warga Prasejahtera di Negeri Mutiara Afrika

Global Qurban - ACT kembali mendistribusikan daging kurban ke negara-negara di benua Afrika pada tahun 2019 lalu. Salah satunya Uganda, negara dengan angka prasejahtera yang cukup tinggi.

Kurban Terbaik untuk Warga Prasejahtera di Negeri Mutiara Afrika' photo
Keluarga prasejahtera di wilayah Mbale, Uganda menerima daging kurban dari masyarakat Indonesia. (ACTNews/Yusnirsyah Sirin)

ACTNews, MBALE, KARAMOJA – Uganda sedang mencoba bangkit setelah perang saudara yang melanda bertahun lamanya hingga 2002. Tetapi tak mudah membangun lagi negara di negeri Mutiara Afrika itu akibat dampak dari perang berkepanjangan.

Dilansir dari Republika pada tahun 2019 lalu, laporan lembaga Human Development menyebutkan, kendati beragam upaya telah ditempuh, tingkat kemiskinan di Uganda tetap tidak turun. Sebaliknya, malah semakin bertambah. Tahun 1998, angka kemiskinan mencapai 35% dan lima tahun kemudian (2003) naik menjadi 38%. Kesenjangan antara kaum miskin dan kaya semakin melebar.

Angka kemiskinan ini ikut berdampak pada umat muslim di Uganda yang jumlahnya mencapai sekitar 14% dari total penduduk. Seperti pada saat Iduladha, muslim Uganda mengaku tidak dapat menyantap daging kurban. Tingkat kemiskinan yang tinggi membuat mereka tak mampu membeli hewan kurban. Tak ada yang dapat berkurban, maka tak juga ada yang memperoleh pemberian daging kurban.

Kembali ke Uganda pada tahun 2019 lalu, tim Global Qurban - ACT pun memiliki tujuan untuk menyampaikan amanah dari masyarakat Indonesia. Tim terbagi menjadi dua, ada yang bertugas di Mbale dan ada pula yang di Karamoja, dengan target cakupan distribusi ke kampung-kampung warga prasejahtera Uganda. 


Warga prasejahtera Uganda bersyukur mendapat potongan-potongan daging kurban segar pada Iduladha 2019 lalu. (ACTNews/Yusnirsyah Sirin)

Yusnirsyah Sirin Iljas dari tim Global Qurban - ACT melaporkan, dirinya bersama mitra telah menyembelih hewan kurban sebanyak 246 ekor domba untuk wilayah Mbale. Jumlah tersebut merupakan akumulasi sejak Ahad (11/8/2019) hingga Selasa (13/8/2019). 

"Alhamdulillah, pendistribusian kurban di Mbale mencakup empat distrik yakni Distrik Kubiku, Distrik Palisa, Distrik Budaka, dan Distrik Betebu. Alhamdulillah pula, setidaknya ada 30.000 warga prasejahtera Mbale yang menerima daging kurban dari masyarakat Indonesia," jelas Yusnirsyah. 


Tak hanya di Mbale, tim Global Qurban juga ada yang berada di Karamoja. Jumlah hewan kurban yang disembelih di Karamoja lebih banyak, yakni mencapai 700 ekor domba dengan durasi yang sama seperti di Mbale. H
al itu mengingat di Karamoja pun masyarakat yang membutuhkan populasinya juga banyak. "Amanah utama kami di Uganda memang membagikan daging kurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Alhamdulillah, kami rampungkan," kata Yusnirsyah kala itu. []

Bagikan