Kurban Tiba, Supir Terdampak Pandemi ini Bahagia Bisa Makan Daging

Daging menjadi bahan makanan yang sangat mahal bagi Bahrun Saepudin (40). Seorang supir di pribadi di Jakarta Barat yang terdampak pandemi Covid-19. Untuk itu, ia sangat bahagia saat mendapat daging dan beras gratis dari Global Qurban-ACT.

global qurban act
Bahrun dan istri langsung mengolah daging kurban yang ia teriman dari Global Qurban-ACT. (ACTNews)

ACTNews, JAKARTA – Hari raya kurban tak hanya momen istimewa untuk mereka yang dititipkan Allah rezeki berlebih untuk berkurban. Bagi masyarakat prasejahtera pun, hari raya kurban juga menyirat harapan mendalam. Bagi beberapa orang, hanya di hari raya Iduladha mereka bisa menyantap daging. Kehidupan yang diselimuti kesulitan ekonomi, membuat daging menjadi makanan yang amat sulit dijangkau.

Bahrun Saepudin (40) salah satunya. Seorang supir pribadi di Jakarta Barat yang terdampak pandemi Covid-19. Biasanya ia bekerja lima hari dalam seminggu, namun sejak pandemi merebak, ia hanya bekerja dua kali dalam seminggu sehingga penghasilannya turun drastis dan hanya mampu membayar kontrakan dan membeli makanan ala kadarnya untuk menyambung hidup.

Daging menjadi bahan makanan yang sangat mahal baginya. Bahrun menuturkan, jika bukan pada hari raya Iduladha, biasanya ia bersama istri dan kedua anaknya, bisa makan daging saat Idul fitri. Itu pun jika ia ada rezeki berlebih, atau ada tetangganya yang berbaik hati memberikannya daging. Selain dua hari itu, hampir tidak pernah ia menyantap makanan olahan daging. Terutama daging sapi ataupun kambing.

Maka dari itu, Bahrun bahagia bukan main saat menerima daging kurban kualitas terbaik dari Global Qurban-ACT pada hari raya Iduladha, Selasa (20/7/2021). Ia langsung membawa daging tersebut ke kontrakan kecilnya di Kampung Wadas, Kalideres, Jakarta Barat, dan meminta istrinya untuk segera mengolahnya menjadi makanan lezat.

“Rencananya, (daging kurban) mau dibikin semur. Dikecapain, biar anak-anak juga ikut makan. Kalau dibikin rendang nanti enggak dimakan soalnya anak enggak suka pedes,” cerita Bahrun sambil sesekali tersenyum. Raut bahagia dan antusias tak bisa ia sembunyikan dari wajahnya.

Lebih lanjut, Bahrun menceritakan, ia sering sedih ketika melihat kedua anaknya yang masih berusia 6 dan 11 tahun tersebut, hanya bisa makan makanan ala kadarnya. “Makanya saya terima kasih banget untuk tim Global Qurban-ACT sudah memberikan daging dan beras ini. Keluarga saya kini akhirnya bisa makan daging lagi. Anak-anak juga pasti senang. Semoga ACT makin sukses, dan oarng yang sudah kurban bisa mendapat pahala sebanyak-banyaknya dari Allah,” doa Bahrun. []